'Arsenal Minim Pengalaman'

Jelang Milan vs Arsenal

'Arsenal Minim Pengalaman'

- Sepakbola
Selasa, 14 Feb 2012 16:29 WIB
Arsenal Minim Pengalaman
Milan - Kevin Prince Boateng berusaha melakukan psy-war dengan Arsenal yang akan dihadapi timnya, AC Milan. Boateng meragukan potensi The Gunners untuk sukses karena kurangnya pengalaman di dalam tim.

Boateng, mantan pemain Tottenham Hotspur yang merupakan rival Arsenal di London Utara, kini sudah pulih dan niscaya akan jadi andalan Milan dalam laga leg I babak 16 besar Liga Champions, Kamis (16/2/2012) dinihari WIB.

"Aku tak takut dengan Arsenal. Masalahnya dengan Arsenal adalah pada suatu hari mereka memainkan sepakbola luar biasa dan kemudian bermain sangat buruk. Pada akhirnya mereka tak punya keseimbangan. Mereka menampilkan sepakbola luar biasa atau mereka sama sekali tak tahu apa yang mereka lakukan," nilai Boateng di The Sun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu karena minimnya pengalaman. Arsenal tak tahu apa Anda harus lakukan untuk memenangi gelar, mereka selalu nyaris melakukannya tapi lantas gagal. Para pemainnya masih muda, tentu mereka sangat berambisi tapi mereka tak tahu bagaimana cara mencapai target itu," analisisnya.

Dengan minimnya pengalaman tersebut, Boateng bahkan tak yakin Arsenal akan bisa mencapai semifinal Liga Champions. "Sulit tanpa pengalaman. Selalu ada yang kurang di Arsenal. Itu adalah soal pengalaman, di Milan kami punya banyak aspek itu dan aku pikir itulah yang mereka butuhkan."

Ironisnya, Boateng juga memberikan sebuah nasihat yang niscaya juga diinginkan oleh sebagian besar suporter 'Gudang Peluru', yakni membeli pemain bintang.

"Pada akhirnya tak jadi masalah apa Anda mungkin mengeluarkan 20 juta poundsterling lebih banyak karena Anda berusaha jadi juara. Dan jika Anda ingin juara, Anda harus memboyong pemain hebat."

"Tentu saja Arsenal punya pemain muda fantastis tapi jika ada dua atau tiga pemain bintang lain, ini akan sangat berbeda. Bahkan tim lain akan takut. Mereka memang punya pemain muda berbakat, mereka bermain seperti Barcelona--sepakbola satu sentuhan dan pergerakan tanpa bola--tapi pada akhirnya kelemahan mereka adalah minimnya pengalaman," simpulnya.




(krs/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads