APOEL, yang untuk pertama kalinya menembus babak knockout Liga Champions, kalah 0-1 dari wakil Prancis itu di pertandingan pertamanya di babak 16 besar, Rabu (15/2/2012) dinihari WIB.
Pelatih Ivan Jovanovic tidak terlalu risau dengan kekalahan tersebut. Meski Lyon sudah menabung modal, tapi masih leg kedua yang bisa diperjuangkan APOEL.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya kami cukup puas dengan hasil ini Kami pernah bermain lebih baik dibanding malam ini. Tapi sering kali performa kita dipengaruhi oleh lawan-lawan Anda juga. Mereka kuat, bekerja keras, dan tidak membiarkan kami memainkan permainan kami."
Sebelum pertandingan, Jovanovic mengungkapkan keyakinannya bahwa APOEL bisa lebih dari sekadar "kebetulan" bisa lolos dari babak grup, bahkan menjadi juara di atas Zenit St Petersburg, serta menyingkirkan Porto dan Shakhtar Donetsk.
Ini adalah kali kedua klub Siprus itu berlaga di kompetisi kasta tertinggi antarklub Eropa, setelah melakoni debutnya dua musim lalu. Dan kali ini mereka langsung menembus babak 16 besar.
"Kami tidak menyangka bisa melakukannya dengan sangat baik, dan kami berhasil melewati tujuan pendahuluan kami di kompetisi. Sekarang kami harus melihat di mana batas kami. Dan saya berharap kami belum mencapainya. Saya sangat berharap demikian," ujar pelatih berpaspor Serbia itu.
Sementara itu, pelatih Lyon Remi Garde memberi apresiasi pada APOEL, yang membuat timnya hanya menang 1-0.
"Kami tahu, kami harus mewaspadai APOEL, terutama karena memenangi grup mereka. Dan mereka memperlihatkan itu, meskipun mereka bukan nama yang beken. Mereka tim yang terorganisasi dengan baik, yang bertahan dengan baik dan membuat ancaman saat menyerang balik," tukasnya.
Secara umum Garde merasa senang Lyon bisa mengamankan kemenangan di kandangnya sendiri. Namun misi mereka belum selesai.
"Kami mestinya bisa mencetak gol lebih banyak. Mudah-mudahan kami tidak menyesal di leg kedua. Mereka akan menekan kami, dan itu berarti kami punya kesempatan untuk melakukan counterattack. Kita harus kuat secara mental dan yakin bahwa kami siap," simpulnya.
Foto: Penyerang APOEL asal Brasil, Ailton (kanan), mencoba melewati hadangan bek Lyon Kone Bakary, pada pertandingan di Stade de Gerland, Lyon, 14 Februari 2012.
(a2s/krs)











































