Penyerang Argentina itu mencetak dua gol pada pertandingan di Stadio San Paulo itu. Yang pertama ia buat lewat tendangan lengkung di sisa tujuh menit babak pertama, untuk menyamai gol pembuka Chelsea yang dibuat Juan Mata.
Setelah Edinson Cavani mengukir gol kedua untuk Partenopei menjelang turun minum, Lavezzi memastikan kemenangan timnya lebih besar lagi, menjadi 3-1, di pertengahan babak kedua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan panggil saya Diego. Aku 'El Pocho' (si bogel, si gempalβRed)," jawab dia sambil tersenyum kepada Sky Sport Italia.
Pemain 26 tahun itu sedang melakoni musim kelimanya bersama Napoli. Walaupun selalu jadi penyerang inti, produktivitasnya tidak tinggi. Selama empat musim ia cuma menghasilkan rata-rata 9 gol per musim. Di musim ini ia baru mengoleksi lima gol di Seri A dan dua di Liga Champions.
"Aku mengharapkan kemenangan untuk tim. Aku memang yakin kami bisa bermain baik. Adalah penting untuk menang, menampilkan sebuah permainan yang indah," tambah dia seputar kemenangan Napoli atas Chelsea.
"Kualifikasi belum selesai. Tapi kami punya keuntungan yang bagus. Kami bisa lolos dan mencari satu gol yang bisa mengamankan posisi kami (ke babak berikutnya)."
Lavezzi juga bisa berkelakar saat dibahas, bahwa Napoli bisa menundukkan Chelsea tanpa didampingi pelatih Walter Mazzrri yang sedang menjalani skorsing.
"Memang lebih baik bos tidak kembali ke bench. Jadi kami akan selalu menang!" cetusnya, sebelum menambahkan, "Tidak, tidak. Pelatih sudah mempersiapkan kami dengan baik untuk pertandingan ini. Dia bilang, kami juga harus membantu pertahanan. Aku pikir kami sudah melakukan apa yang kami bisa."
(a2s/krs)











































