Chelsea yang sempat unggul lebih dulu lewat Juan Mata akhirnya harus kalah 1-3, setelah Napoli membalas lewat dua gol Ezequiel Lavezzi dan Edinson Cavani. Beban berat memayungi Chelsea untuk bisa menang minimal dua gol di Stamford Bridge dua pekan mendatang.
Banyak yang menilai seharusnya gol ketiga Napoli tak perlu terjadi andaikan Luiz lebih sigap untuk membuang bola. Tapi yang terjadi bola yang dibuang Luiz tertahan badan Cavani dan memudahkan penyerang Uruguay itu mengumpan kepada Lavezzi untuk dikonversi jadi gol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya pada gol ketiga, di gol pertama pun Luiz terlihat gagal menutup ruang tembak Lavezzi sehingga ia bisa mencetak gol.
Performa buruk Luiz di San Paolo pun semakin membuat tekanan mengarah kepada dirinya. Eks pemain Benfica itu dinilai tak mumpuni mengawal lini belakang 'Si Biru' yang gawatnya harus ditinggal John Terry selama dua bulan karena cedera.
Menyikapi hal itu, Villas-Boas pun membela si pemain dan mengakui jika Luis dijadikan sasaran lawan karena blunder yang kerap dilakukan. Tapi Luiz tetap dipuji sebagai seorang bek berkualitas dengan umurnya yang baru menginjak 24 tahun.
"Jelas jika pemain itu selalu dijadikan target," tukas Villas-Boas di Sportinglife.
"Dia adalah pemain muda yang fantastis dengan masa depan cerah dan dia harus bekerja lebih keras untuk menjadi lebih baik," sambungnya.
"Kami kebobolan tiga gol. Jika dia penyebab gol yang ini, dia mungkin bukan yang menyebabkan dua gol lain terjadi," tuntasnya.
(mrp/krs)











































