Dalam laga di Emirates Stadium, Rabu (7/3/2012) dinihari WIB, Arsenal yang tampil menekan sejak menit pertama berhasil membuat gawang Christian Abbiati tiga kali lewat Laurent Koscielny, Tomas Rosicky, dan Robin van Persie.
Keunggulan 3-0 itu kemudian menyiratkan harapan. Andai, setidaknya, The Gunners menciptakan satu gol saja, maka mereka berhasil memaksakan agregat sama kuat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bilang kepada para pemain, mereka layak bangga pada performa mereka," ujar Wenger kepada Sky Sports.
Dengan demikian, Arsenal gagal menjadi tim pertama di Liga Champions yang berhasil bangkit dan membalikkan defisit empat gol. Dicatat ESPN, hal serupa pernah terjadi tiga kali meski tempatnya adalah di kompetisi UEFA alias bukan format Liga Champions.
Milan sendiri pada tahun 2004 lalu pernah disingkirkan Deportivo La Coruna di perempatfinal Liga Champions setelah kalah 0-4 di leg II meski memenangi leg I dengan skor 4-1--Milan kalah agregat 5-4. Pengalaman itu jelas bikin Rossoneri sempat ketar-ketir menghadapi semangat membara anak-anak London Utara.
(roz/krs)











































