Trofi Eropa Demi Menyelamatkan Musim

Liga Champions

Trofi Eropa Demi Menyelamatkan Musim

- Sepakbola
Senin, 16 Apr 2012 10:37 WIB
Trofi Eropa Demi Menyelamatkan Musim
Jakarta - Liga Champions tinggal menyisakan empat kontestan lagi. Ketika tangga juara sudah kian dekat, intensitas dan gengsi pun meningkat. Apalagi beberapa tim punya ambisi menang untuk menyelamatkan musim mereka.

Setidaknya demikianlah yang ada dalam benak Bayern Munich dan Chelsea. Keduanya mengalami musim yang tak bisa dibilang menyenangkan di liga masing-masing, tapi punya kans besar di kompetisi ini.

Mari kita tengok Bayern. Dua hasil yang mereka raih belakangan ini telah membuat Borussia Dortmund melenggang jauh. Pertama, tengah pekan lalu mereka ditekuk oleh Dortmund, lalu berlanjut dengan hasil imbang melawan Mainz. Hasilnya, kini Shinji Kagawa dkk. unggul delapan poin atas Die Roten dengan tiga laga tersisa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kini Bayern berada dalam posisi kepalang tanggung. Dengan sudah selangkah lagi menuju final, mereka wajib habis-habisan. Apalagi final Mei nanti akan digelar di kandang sendiri, Allianz Arena. Masalahnya, lawan yang mereka hadapi adalah Real Madrid.

Madrid kini berada dalam posisi dikejar Barcelona di liga sendiri. Namun, performa mereka musim ini layak untuk membuat Bayern pasang tanda waspada. Tak ada yang meragukan kemampuan ketiga pemain depan mereka, Cristiano Ronaldo, Gonzalo Higuain, dan Karim Benzema, yang total sudah mencetak 80 gol di La Liga musim ini.

Khusus bagi pelatih Bayern, Jupp Heynckes, pertemuan dengan Madrid ini bak sebuah reuni. Musim 1997/98, pria berusia 66 tahun itu sukses membawa Madrid juara Liga Champions dengan menundukkan Juventus di partai puncak. Namun, performa buruk di liga--di mana Madrid finis di posisi empat--membuatnya didepak dari kursi manajer.

Situasi yang dialami Bayern, mirip dengan yang dimiliki Chelsea. Setelah musim yang bak melewati jalan rusak ketika bersama Andre Villas-Boas, The Blues kini berusaha bangkit dengan mata pada dua trofi yang mungkin bisa diarih. Ya, John Terry dkk. punya peluang mendapat gelar double winner. Senin (15/4/2012) dinihari WIB, mereka sukses memastikan tiket ke final Piala FA dan Liga Champions kini menjadi bidikan selanjutnya.

Terakhir kali bertemu Barcelona di Liga Champions, Chelsea mendapatkan pengalaman tidak mengenakkan. Pertemuan Barca dan Chelsea adalah ulangan semifinal musim 2008/2009. Meski skor agregat 1-1, Los Cules berhak lolos ke final berkat aturan gol tandang. Pada proses selanjutnya, pasukan Pep Guardiola akhirnya jadi juara setelah menaklukkan Manchester United di partai puncak.

Namun, ada kisah tak menyenangkan di balik kekalahan Chelsea tiga tahun silam. Dalam laga leg kedua di Stamford Bridge yang berakhir 1-1, tim tuan rumah merasa dirugikan oleh keputusan-keputusan wasit Tom Henning Ovrebo. Empat klaim penalti yang mereka ajukan tak satu pun dikabulkan wasit asal Norwegia itu.

Kubu Chelsea murka kepada Ovrebo setelah laga tersebut. Didier Drogba bahkan tak bisa mengendalikan emosinya karena merasa dicurangi. Bahkan, Jose Bosingwa menyebut Ovrebo sudah "dibeli". Tak ada yang melupakan bagaimana Drogba ketika itu berteriak "this is f***ing disgrace!" ke arah kamera televisi.

Tapi, pertemuan kali ini lebih dari sekadar "balas dendam". "Mereka adalah tim terhebat di dunia. Mereka akan jadi favorit, tapi kami punya keyakinan dalam diri kami. Kami harus tampil di level terbaik untuk menyingkirkan mereka dan kami yakin bisa melakukan itu," kata Frank Lampard.

Barca sendiri punya ambisi untuk mempertahankan gelar. Belum pernah ada yang berhasil meraih gelar dalam dua musim berurutan setelah terakhir kali AC Milan melakukannya pada 1989 dan 1990. Mungkinkah Barca berhasil mengikuti jejak Rossoneri? Lewati Chelsea dulu.

Jadwal Pertandingan Semifinal Liga Champions

Rabu (18/4/2012) dinihari WIB
Bayern Munich vs Real Madrid

Kamis (19/4/2012) dinihari WIB
Chelsea vs Barcelona


(roz/mrp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads