Meski performa Bayern Munich di Bundesliga tak impresif, Real Madrid tak mau menganggap remeh. Kubu Los Blancos menyebut, Bayern layak mendapatkan respek atas sejarah yang mereka miliki.
Jika menilik dari catatan sejarah di Piala/Liga Champions, Bayern dan Madrid adalah raksasa di antara para raksasa. Keduanya adalah pemegang Badge of Honour, yang hanya dimiliki oleh klub yang sudah lima kali menjuarai Piala/Liga Champions atau memenangi trofi tersebut tiga tahun berturut-turut. Bayern mendapatkannya setelah menjuarainya pada 1974, 1975, dan 1976. Sedangkan Madrid mendapatkannya lantaran jumlah trofi mereka.
Sebelum pertemuan musim ini, kedua klub sudah bertemu sebanyak empat kali di semifinal Piala/Liga Champions. Bayern tiga kali lolos ke final dan dua di antaranya berakhir dengan sukses menjadi juara Liga Champions. Madrid satu kali melaju ke final dan akhirnya menjadi juara juga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka adalah klub yang memiliki kebanggaan dan mereka tahu bahwa Liga Champions adalah kesempatan terakhir untuk menyelamatkan musim mereka. Apalagi pertandingan final akan berlangsung di kandang mereka."
"Sebagai klub profesional dan sebagai tim, mereka ingin menunjukkan semangat keberanian dan mereka akan bertarung sekuat tenaga melawan Madrid," tukasnya.
========
Foto: Zinedine Zidane dan Willy Sagnol tengah memprebutkan bola dalam salah satu duel Madrid-Bayern di masa lalu.
(/)











































