Drogba bukan saja gagal menjadikan Chelsea juara Liga Champions di final musim 2007/2008. Saat The Blues akhirnya tunduk oleh Manchester United melalui adu penalti, striker asal Pantai Gading itu sudah tidak ada di lapangan karena dapat kartu merah di menit 116.
Setelah empat tahun berlalu, Drogba mengaku masih belum bisa melupakan apa ang terjadi Luzhniki Stadium. Karenanya, saat bisa kembali menjejak laga puncak Liga Champions, dia bertekad menjadikan laga akhir pekan ini jadi penebusan atas apa yang terjadi sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Drogba hampir dipastikan akan jadi starter dalam laga final, Minggu (21/5/2012) mendatang. Dalam enam pertandingan terakhir bersama 'Si Biru', striker 34 tahun itu berhasil mencetak tiga gol. Hebatnya lagi, gol-gol tersebut datang di laga krusial yakni saat menang 1-0 atas Barcelona di Stamford Bridge dan menang 2-1 atas Liverpool di final Piala FA.
"Saya sudah menjalani banyak (pertandingan penting) bersama Chelsea, tapi yang satu ini akan menjadi spesial karena ini merupakan kali kedua kami lolos ke final Liga Champions. Kami akan melakukan apapun untuk bisa berada di sana dan kami siap bermain menghadapi tim Jerman ini," tuntas dia.
(din/din)











































