Jika melihat statistik pertandingan di Allianz Arena, Minggu (20/5/2012) dinihari WIB, Bayern memang tampak superior. Anak buah Jupp Heynckes itu tercatat mendominasi penguasaan bola hingga 64 persen.
Bayern juga lebih banyak mendapatkan peluang dengan melepaskan 35 tembakan, dengan tujuh di antaranya tepat sasaran. Sementara Chelsea cuma bisa menembak sembilan kali dan tiga di antaranya on target.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Permainan inii yang kemudian mendapat tanggapan sinis dari legenda sepakbola Belanda yang juga penganut setia Total Football, Cruyff, yang menilai 'Si Biru' tidak pantas dengan permainan seperti itu.
"Hanya fans Chelsea yang akan senang dengan ini (kemenangan). Bagi yang lain, tidak ada yang senang dengan hasil final Liga Champions," tukas Cruyff kepada De Telegraaf yang dilansir ESPN Star.
"Yang sangat mengangguku adalah tim sepakbola bisa melupakan apapun dan masih bisa menang," sambungnya.
Lebih lanjut Cruyff tetap pada prinsipnya sejak dulu jika permainan indah tetap lebih penting dari sebuah trofi juara."Aku lebih memilih cara yang kami biasa gunakan di Ajax, untuk melihat sepakbola yang kami semua inginkan."
"Dan jika tidak memenangi trofi Liga Champions? Lebih baik tidak jadi juara daripada harus bermain seperti ini (bertahan)," tuntas Cruyff.
(mrp/din)











































