Ryan Babel menyebut, laga antara Manchester City vs Ajax Amsterdam adalah perwujudan nyata dari tim individualis melawan tim kolektif. Tapi Yaya Toure dan Gareth Barry membantah label "egois" tersebut.
"Melawan City di gim pertama Anda bisa melihat contoh sempurna dari sebuah upaya nyata tim dari Ajax melawan sebuah tim yang bekerja secara individu," ucap Babel kepada Daily Mail.
City kalah 1-3 dalam pertandingan yang dimaksud Babel. Setelah pertandingan, Roberto Mancini mengatakan bahwa dia adalah satu-satunya orang yang patut disalahkan lantaran salah pasang strategi. Belakangan, Barry juga mengakui bahwa City memang tidak tampil dalam performa terbaik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu saja ada perbedaan di klub besar, dengan banyak orang dan ego yang berbeda, termasuk saya. Tapi, kami baik-baik saja. Saya percaya itu," ujar Toure kepada L'Equipe.
Sementara Barry menyebut, kendati masing-masih memiliki ego, para pemain City masih bisa bersikap profesional. Dan itu tidak menjadi masalah.
"Jika Anda masuk ke dalam ruang ganti, kami tidak selalu melakukan tos setiap lima menit atau selalu bercakap-cakap dalam waktu yang lama. Tim ini tetap profesional dan melakukan pekerjaan bersama di lapangan, dan itulah yang kami rasakan," ucap Barry seperti dilansir Mirror.
"Kami berusaha melakukan itu, bermain dan saling membantu sama lain, juga bermain untuk para fans dan manajer. Itulah spirit tim ini."
"Ketika kami kalah atau mendapatkan hasil buruk, hal-hal seperti ini memang gampang saja dilemparkan kepada kami."
City akan menghadapi Ajax di City of Manchester Stadium, Rabu (7/11/2012) dinihari WIB. Sejauh ini, juara Premier League musim lalu itu menjadi satu-satunya tim di Grup D yang belum pernah meraih kemenangan.
(roz/krs)











































