Dalam laga sebelumnya di Camp Nou dua pekan lalu, pola itu dipakai Celtic dan mereka cukup berhasil membendung daya serang nan eksplosif milik Blaugrana. Setidaknya, klub Skotlandia itu "hanya" kebobolan dua gol dan sempat pula mencetak sebiji gol.
Kini cerita berbeda, sebab Celtic berperan sebagai tuan rumah. Bermain bertahan di depan 60.832 fans yang memadati Celtic Park mungkin bisa untuk meraih hasil seri atau bahkan mencuri kemenangan, tetapi tidak untuk menahan sorakan penonton dari tribun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika anda bermain terbuka melawan Barcelona, mereka akan dengan mudah mengalahkan anda. Mereka memiliki banyak sekali kualitas dan kecepatan, serta mereka memahami cara menyerang. Mereka adalah tim dengan operan terbaik di dunia, dan apapun yang anda lakukan, anda hanya akan mengejar bola dalam waktu yang lama," tegasnya.
"Saya akan berkonsentrasi untuk apa yang nanti akan saya lakukan. Saya melihat di pertandingan pertama dan saya tetap bangga kepada para pemain saya atas performa mereka malam itu."
Ucapan Lennon terasa rasional jika menilik catatan passing Barca sejauh ini di Liga Champions musim sekarang yang mencapai angka 2.283 passing sempurna dari total 2.622 passing. Terkait hal tersebut maka orotan tertuju kepada sang metronom, Xavi Hernandez.
Dari tiga laga yang telah dilalui Barca musim ini di Liga Champions, Xavi 405 passing sempurna sukses ditorehkannya dari total 447 passing-nya secara keseluruhan. Sementara 193 passing ia torehkan dalam laga melawan Celtic sebelumnya.
Jika ucapan Lennon untuk bermain bertahan bukanlah bentuk reverse psychology yang lazim dilakukan tiap pelatih saat ingin tanding, maka tugas Gary Hooper dan Georgios Samaras di lini depan Celtic cukup menunggu bola lambung dari lini belakang.
Kebetulan, dalam laga sebelumnya, Samaras berhasil mencetak gol dengan pola long ball ini. Sebagai catatan, itulah satu-satunya tendangan Celtic yang mengarah ke gawang Barca pada malam itu.
Catatan statistik lain menunjukkan, Celtic hanya kalah lima kali dari 59 laga kandanganya di seluruh kompetisi Eropa. Masalahnya kemudian, dua dari lima kekalahan tersebut hadir dari Barca, lawan mereka nanti malam.
Sementara di kubu Los Cules praktis tak ada masalah berarti. Gerard Pique mungkin sudah bisa diturunkan, demikian pula dengan Alexis Sanchez. Masalah utama terletak pada posisi defensive midfielder, di mana Sergio Busquets tak bisa turun karena suspensi kartu dan Alex Song yang cedera, tapi dengan adanya Javier Mascherano, masalah tersebut masih bisa diatasi.
Catatan sembilan laga tandang terakhir Barca di Liga Champions juga mengerikan: mereka hanya satu kali kalah, satu kali seri, dan tujuh kali menang. Kemenangan atas Celtic di laga sebelumnya adalah kemenangan 100 Barca di Liga Champions dengan berhasil menorehkan 384 gol.
Dengan Lionel Messi yang ingin menambah pundi-pundi golnya, dan David Villa yang tengah berusaha kembali menuju puncak performa, tak aneh jika Barca akan tetap berburu kemenangan yang ke-101.
(a2s/krs)











































