Mengalahkan salah satu tim terbaik di dunia seperti Barcelona tentu menjadi cerita spesial bagi pemain muda manapun. Terlebih jika si pemain tersebut menjadi penentu kemenangan timnya.
Tony Watt paham betul bagaimana rasanya. Kamis (8/11/2012) dinihari tadi, dalam laga matchday keempat antara Glasgow Celtic kontra Barcelona, pemuda 18 tahun itu menjadi protagonis kemenangan The Celts yang berakhir dengan skor 2-1.
Golnya yang terjadi pada menit ke-83 itu pun tak ayal langsung membuat Celtic Park, markas klub asal Skotlandia yang berkapasitas 60.832 tempat duduk itu, langsung bergetar. Watt telah merancang sendiri momen terindah dalam kariernya malam tadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Butuh beberapa jam untuk meresapi benar-benar (momen) ini. Saya hanya melihat Victor Valdes, lalu saya berpikir untuk mengarahkan bola ke sebelah sisinya dan mungkin saja akan masuk."
Siapakah Tony Watt? Lahir di Coatbridge, Skotlandia, 29 Desember 1993 silam, Watt memulai karir sebagai pemain muda di Airdrie United FC, sebuah klub Skotlandia yang baru berdiri pada tahun 2002 silam dan kini menempati posisi puncak divisi satu Liga Skotlandia dengan nilai 24.
Semusim bermain di Airdrie (2010-2011), Watt mencetak tiga gol dari 19 penampilan. Sebuah pencapaian yang tak buruk-buruk amat, mengingat Celtic--yang notabene merupakan salah satu klub terbesar di Skotlandia--langsung merekrutnya di musim 2011-2012.
Tetapi sejatinya tak hanya Celtic yang ikut memburu Watt. Juara Liga Champions lima kali, Liverpool juga membidiknya. Lalu masih ada nama Fulham. Dan terakhir Glasgow Rangers, rival berat Celtic yang kini mesti terjerembab ke divisi III Liga Skotlandia akibat tak mampu membayar utang yang mencapai 33 juta dolar AS.
Di musim pertamanya, Watt sempat turun sebanyak 13 pertandingan dan mencetak lima gol. Lalu di musim keduanya, 2012-2013, pemain yang sempat dua kali meraih gelar pemain muda terbaik Liga Skotlandia itu turun 17 kali dan mencetak delapan gol.
Sebelum laga dimulai, koran-koran di Spanyol seperti AS dan Marca, sudah menggambarkan bagaimana "teror" yang akan diterima Barca ketika tandang ke Celtic Park.
"Jika biasanya atmosfer suasana di Celtic Park cenderung normal, maka malam nanti akan terjadi 'ledakan'," tulis harian AS.
Sementara Marca--yang notabene koran berhaluan Real Madrid--tak mau kalah, "Catatan 110 decibel yang pernah terjadi di Camp Nou ketika Luis Figo pertama kali datang setelah berseragam Real Madrid terlewati. Gemuruh Celtic Park nanti malam yang dapat mencapai 140 decibel. Itu bisa membuat Anda tuli".
Benar saja, dinihari tadi, dengan diiringi lagu "You'll Never Walk Alone" yang serempak dinyanyikan suporter Celtic di San Giro (julukan lain Celtic Park) sepanjang pertandingan, Watt membuat momen bersejarah itu: mencetak gol kemenangan Celtic, seraya menjadi pemain termuda yang mencetak gol di Liga Champions musim ini (18 tahun - 314 hari).
Suporter Celtic pun larut dalam pesta pora, Celtic Park seakan meledak dalam beberapa saat. Dan Watt pun melakukannya di saat yang tepat: dinihari tadi adalah hari ulang tahun Celtic yang ke-125.
(roz/a2s)










































