Sepanjang sejarah, MU telah dua kali bertandang ke markas Galatasaray pada awal 90an. Namun, dua kali pula juara terbanyak Liga Primer ini harus puas dengan hasil imbang plus gagal mencetak gol.
Hasil tidak memuaskan itu bisa jadi terpengaruh oleh intimidasi suporter Galatarasay yang ganas. Winger MU, Ryan Giggs pun mengaku cukup trauma dengan "sambutan" fans lawan saat pertama berkunjung ke Istanbul pada 1993.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski kejadiannya sudah berlalu sangat lama, diyakini suporter Galasaray tidak berubah dan tetap akan mengintimidasi lawan tim kesayangannya saat MU bertandang ke Ali Sami Yen Stadium, Rabu (21/11/2012) dinihari WIB.
"Anda tentu mengambil pengalaman dari situasi berbeda sebelumnya dan mencari jalan terbaik bagaimana mengatasinya," ucap Carrick di Independent.
"Saat ini tergantung kami bagimana mengatasinya dan mendapatkan konsistensi untuk melakukan yang terbaik di setiap pekan."
Sejatinya, hasil pertandingan ini tidak akan berpengaruh apapun pada MU yang telah dipastikan menjadi juara Grup H. Namun hasil positif tetap diperlukan guna membawa mereka bangkit dan kembali ke jalur kemenangan setelah dipermalukan Norwich City di liga.
(rin/krs)











































