Bahwa Dortmund lolos ke 16 besar sebagai juara grup adalah fakta yang sudah tertulis. Fakta lain yang mengikuti catatan tersebut adalah grup tersebut dianggap sebagai grup maut. Bagaimana tidak, grup yang ditempati Dortmund adalah kumpulan juara liga. Raksasa Bundesliga itu tergabung bersama Real Madrid, Manchester City, dan Ajax Amsterdam.
Yang lebih menarik lagi, meski tergabung di grup yang disebut grup maut, Dortmund tidak sekalipun menelan kekalahan. Catatan tim besutan Juergen Klopp itu adalah empat kali menang dan dua kali imbang. Mereka satu kali mengalahkan Madrid dan satu kali mengalahkan City. Dortmund pun jadi satu di antara empat tim yang tidak terkalahkan di fase grup musim ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara Dortmund yang mengalirkan bola dari lini belakang sampai lini depan itu jugalah yang membuat Madrid kerepotan. Pressing dan transisi yang cepat membuat Los Blancos tertunduk di Signal Iduna. Cederanya Sami Khedira pada laga tersebut membuat Dortmund menjadi. Dalam catatan Zonal Marking, Dortmund langsung menekan ketika bola dialirkan dari lini belakang atau kepada full-back Madrid.
Lawannya adalah Shakhtar, yang lolos sebagai runner-up Grup E setelah bersaing dengan Juventus dan Chelsea. Shakhtar memang tidak tak terkalahkan seperti Dortmund, namun yang patut ditilik dari performa mereka adalah bagaimana mereka merepotkan Juventus dan Chelsea.
Tim besutan Mircea Lucescu itu menang satu kali dan kalah satu kali kala melawan Chelsea. Pada pertemuan perdana di Donbass Arena, Shakhtar menang 2-1. Skornya memang tipis, tapi Shakhtar luar biasa pada laga itu. Mereka melepaskan 23 tembakan sepanjang laga, di mana 11 di antaranya berstatus on target. Eksplosivitas itu membuat Petr Cech harus bekerja keras dan membuat 9 penyelamatan sepanjang laga.
Pada laga selanjutnya di Stamford Bridge, mereka memang takluk 2-3. Tapi, Shakhtar mendominasi permainan dengan keunggulan ball possession hingga 54%. Mereka juga melepaskan tembakan lebih banyak dari The Blues, yakni 15:14. Tetapi, hanya empat tembakan Shakhtar yang berstatus tepat sasaran. Hirnyky --demikian julukan Shakhtar-- akhirnya kalah setelah Victor Moses mencetak gol di injury time. Kelak dua hasil itu akan menguntungkan Shkahtar untuk lolos dari fase grup.
Shakhtar tidak pernah sekalipun menaklukkan Juventus. Catatan mereka adalah satu kali imbang dan satu kali kalah. Tapi, yang patut ditilik adalah bagaimana mereka mendominasi Juventus di Juventus Stadium. Shakhtar sempat unggul lewat Alex Teixeira di menit 23, sebelum Leonardo Bonucci menyamakan kedudukan dua menit berselang. Laga berakhir dengan skor 1-1.
Bianconeri mengaku tidak bisa berbuat banyak dalam pertandingan tersebut. Shakhtar kelewat leluasa menguasai pertandingan dan di akhir laga Massimo Carrera mengungkapkan alasannya. "Mereka berhasil mematikan Andrea Pirlo," kata Carrera. Arturo Vidal yang biasanya menjadi talisman pun pada akhirnya diganti oleh Paul Pogba.
Dominasi Shakhtar di Liga Ukraina pun kelewat luar biasa. Mereka memimpin klasemen dengan nilai 51, unggul 13 poin atas Dnipro Dnipropetrovsk yang ada di posisi dua. Catatan itu diperoleh setelah Shakhtar menang 17 kali dalam 18 pertandingan. Catatan memasukkan-kemasukan mereka pun luar biasa: mencetak 52 gol dan hanya kebobolan 9 gol.
Dengan segala catatan tersebut, Dortmund sesungguhnya menghadapi lawan yang tak bisa dibilang enteng. Sial bagi Dortmund, barisan pertahanan mereka tengah terluka setelah beberapa pemain absen pada akhir pekan lalu. Namun, kabar baiknya, tandem sehati Mats Hummels di jantung pertahanan, Neven Subotic, dikabarkan sudah bisa bermain lagi.
Dengan bayang-bayang kekalahan 1-4 dari Hamburg akhir pekan lalu, Dortmund bertekad untuk bangkit di Donbass Arena, Kamis (14/2/2013) dinihari WIB. Namun, Shakhtar punya catatan bagus kala bertemu tim asal Jerman. Dalam empat pertandingan terakhir melawan tim asal Jerman di kompetisi antarklub Eropa, Shakhtar menang tiga kali dan imbang satu kali.
(roz/a2s)











































