Kalau ada satu orang yang layak diberikan terima kasih oleh Manchester United, maka orang itu adalah David De Gea. Tanpa mengecilkan peran pemain lainnya, peran De Gea dalam laga melawan Real Madrid memang krusial.
United mencuri hasil imbang 1-1 dalam laga yang berlangsung di Santiago Bernabeu tersebut. Seperti dugaan sebelumnya, Sir Alex Ferguson menurunkan Phil Jones bersama dengan Michael Carrick di jantung lini tengah. Satu-satunya yang agak di luar dugaan adalah memainkan Danny Welbeck, alih-alih Antonio Valencia.
Kehadiran Welbeck kemudian terjustifikasi. Work-rate pemain berusia 22 tahun dinilai oke dan disebut-sebut sebagai salah satu penampil terbaik dari kubu United. Jones pun demikian. Ekspektasi bahwa dia determinasinya bakal dibutuhkan untuk mengganggu permainan lini tengah Madrid cukup terbukti. Dalam satu kesempatan, Jones menyelamatkan pertahanan timnya dari bahaya dengan melakukan body charge kepada Angel Di Maria yang menusuk masuk ke kotak penalti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataan seusai pertandingan, Ferguson juga mengatakan bahwa dirinya sedikit kecewa dengan cara timnya bertahan di babak pertama. Rio Ferdinand dkk. disebutnya bertahan terlalu dalam.
"Saya kecewa dengan cara kami bertahan di babak pertama. Kami bertahan terlalu ke dalam dan membiarkan Real mendapatkan kesempatan lewat tendangan dan umpan silang mereka," demikian ucap manajer asal Skotlandia itu kepada BBC. Ferguson harus menyaksikan, Madrid yang diganggu di lini tengah akhirnya beralih ke sisi sayap dan melepaskan umpan-umpan. Salah satu umpan itu akhirnya berbuah menjadi gol Cristiano Ronaldo.
Pola yang dilakukan Madrid itu nyatanya masih berulang di babak kedua. Umpan-umpan dari sayap masih jadi andalan, dan kali ini pelaku utamanya bukan cuma Di Maria saja. Gelandang asal Argentina itu kemudian digantikan oleh Luka Modric dan Madrid kian mendominasi di tengah. Carrick, yang biasa menjadi tumpuan passing United, praktis terisolir. Mereka kesulitan untuk mempertahankan bola lama-lama. Beruntung bagi United, mereka punya De Gea.
Kiper asli kelahiran Madrid itu tampil luar biasa. Bahkan, kalau mau ditambahkan atas performa apiknya, dia beberapa kali berteriak kepada barisan pertahanan jika merasa dirinya tidak dilindungi dengan baik. Setidaknya, dia bersikap demikian ketika Ronaldo membobol gawangnya. Secara statistik, De Gea pun terbilang oke: dia mencatat 7 penyelamatan dari 8 shots on target Madrid.
Salah satu penyelematan yang terbilang krusial adalah ketika dia menghalau peluang Fabio Coentrao dengan "tendangan kung-fu" --dan lagi-lagi peluang itu juga diawali dari sebuah umpan silang. De Gea mengaku sedikit beruntung, tapi Ryan Giggs tetap memberikan pujian. Menurut gelandang asal Wales itu, kemampuan De Gea dalam menghentikan tendangan tidak tertandingi.
"Bagus untuknya kembali ke Madrid dan menampilkan performa yang bagus. Dia adalah kiper kelas satu dan kemampuannya menghentikan tendangan tidak ada yang mengalahkan. Dia semakin dewasa dan dia sudah menunjukkannya," ujar Giggs.
De Gea belakangan mendapatkan kepercayaan dan dukungan yang luar biasa dari Ferguson, terutama ketika dia mendapatkan sorotan dan kritik. Setelah kerap dirotasi dengan Anders Lindegaard, sekarang dirinya bak mempermanenkan posisi nomor satu. Setelah laga melawan Reading di Premier League, di mana United menang 4-3, De Gea selalu tampil menjaga gawang The Red Devils di kompetisi domestik.
"Buat kami, menjalani pertandingan away di Bernabeu (dengan hasil imbang) adalah sesuatu yang bagus. Kami tahu Madrid tim yang sulit untuk dihadapi, dengan pemain-pemain cepat dan memaksa kami bermain bertahan. Itu hasil yang adil," ucap De Gea setelah laga.
(roz/a2s)











































