Tak banyak yang diharapkan Jose Mourinho pada Cristiano Ronaldo saat Real Madrid menghadapi Manchester United di Old Trafford. Mourinho cuma ingin CR7 tampil se-trengginas mungkin demi meloloskan Los Blancos ke perempatfinal.
Ronaldo tak pelak adalah sorotan utama ketika Madrid melakoni leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Rabu (6/3/2013) dinihari WIB. Ia pernah jadi pahlawan MU enam tahun dengan gelontoran gol-golnya yang membawa kesuksesan untuk klub tersebut.
Kini setelah pindah ke Madrid pun Ronaldo melakukan hal serupa dan Madrid banyak terbantu dengan Ronaldo yang kian tajam saat berseragam putih-putih. Musim ini ia sudah bikin 39 gol dari 40 penampilan di seluruh kompetisi termasuk tujuh gol yang bikin dirinya jadi topskorer di Liga Champions bersama Burak Yilmaz.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka harus mengikuti instruksi, itu saja. Jika mereka adalah timku, maka kami akan menang," ujar Mourinho ketika ditanya apa yang harus Madrid lakukan untuk melaju ke perempatfinal.
"Bagaimana United menghentikan Cristiano Ronaldo? Itu bukan masalahku. Itu tidak pernah jadi masalah - aku tidak ingin menyetop Ronaldo. Itu masalah mereka. Dia yang terbaik. Yang paling hebat di dunia. Mungkin terbaik yang pernah ada," sambungnya.
"Aku melihat Maradona beberapa kali. Aku tidak pernah melihat Pele. Tapi Cristiano begitu luar biasa. Pria ini adalah yang terbaik. Kuncinya adalah tim ini dan tim butuh keseimbangan serta para pemain melakukan tugasnya dengan baik. Di level seperti ini, jika ada yang berbuat kesalahan maka kami tidak punya peluang sama sekali."
"Kami tidak pernah bilang bahwa kekalahan jadi tanggung jawab Cristiano dan kami tidak bisa bilang bahwa kami menang karena dirinya. Tanpa tim dia bukan siapa-siapa dan begitu juga sebaliknya," demikian Mourinho kepada ITV seperti dilansir Soccernet.
(mrp/nds)











































