Terakhir kali Juve berada di babak delapan besar Liga Champions adalah pada musim 2005/2006. Mereka akhirnya dihentikan Arsenal di babak tersebut.
Setelah itu, Juve diterpa skandal Calciopoli dan diturunkan ke Seri B. Meski langsung promosi lagi, mereka masih kesulitan berprestasi di Seri A.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rasanya menyenangkan bisa kembali ke perempatfinal, khususnya karena kami tak bisa mengharapkan ini 15 bulan yang lalu. Saat Anda bekerja keras, yakin dengan apa yang Anda lakukan dan impikan, maka olahraga bisa memberi penghargaan kepada Anda," ujar Buffon seperti dikutip Football Italia.
"Kalau kami memikirkan bahwa 15 bulan yang lalu kami finis di urutan ketujuh untuk kedua kalinya secara beruntun, tapi sekarang kami sudah memenangi scudetto, Piala Super Italia, dan masuk ke delapan besar Eropa, kami melalui jalan yang panjang. Kami mendapatkan semuanya dengan kerja keras dan dedikasi," tutur sang kapten.
Juve lolos ke perempatfinal usai menyingkirkan Celtic dengan agregat 5-0. Mereka kini tinggal menunggu lawan, di mana undian babak perempatfinal akan dilakukan pada 15 Maret mendatang.
"Kami tahu ada tiga atau empat tim yang lebih tangguh daripada kami, tapi kami memiliki beberapa hal untuk diandalkan dan bisa merepotkan lawan yang paling menakutkan sekali pun," kata Buffon.
"Hal terpenting pada tahun ini adalah Juve mendapatkan lagi respek dari tim-tim lain dan saya akan bilang kami mencapai itu," tandasnya.
(mfi/cas)











































