Lucas Moura dan Heroisme Rai 18 Tahun Silam

Lucas Moura dan Heroisme Rai 18 Tahun Silam

Andi Abdullah Sururi - Sepakbola
Senin, 01 Apr 2013 11:38 WIB
Lucas Moura dan Heroisme Rai 18 Tahun Silam
Dean Mouhtaropoulos/Getty Images
Paris - Delapanbelas tahun lalu Paris St Germain pernah menghempaskan Barcelona di babak delapan besar Liga Champions. Salah satu bintangnya kala itu adalah Rai Oliveira.

Rai yang merupakan adik kandung pesepakbola legendaris Brasil, Socrates, pernah menjadi salah satu playmaker top dunia di era pertengahan 90-an. Salah satu trade mark-nya adalah kepiawaiannya dalam mengeksekusi bola-bola mati.

Hanya satu klub Eropa yang pernah ia perkuat, yaitu PSG, dari 1993 sampai 1998. Prestasinya bersama klub Prancis itu adalah satu titel Ligue 1 (1994), dua Piala Prancis, satu Piala Super Prancis, satu Piala Liga Prancis, dan satu gelar Piala UEFA (1996).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Buat fans PSG Rai telah masuk daftar hall of fame-nya. Publik Parc de Princes mencintai orang Brasil itu karena selain hebat di lapangan, ia juga kapten yang kharismatik dan rendah hati.

Salah satu aksi heroik Rai adalah pada 15 Maret 1995, ketika PSG menjamu Barcelona di leg kedua babak delapan besar Liga Champions. Kala itu Le Parisiens punya modal bagus setelah menahan imbang Barca 1-1 di Camp Nou, yang disaksikan lebih dari 100 ribu penonton.

Di menit-menit awal babak kedua pendukung PSG bungkam ketika gelandang Barca, Jose Bakero, berhasil menjebol gawang Bernard Lama. Dalam tekanan tinggi, Rai menjadi pahlawan penyelamat PSG melalui gol sundulan di menit 72, yang membuat skor berimbang 1-1. Kepahlawanan Rai diikuti Vincent Guerin yang mencetak gol kedua di menit 83, yang menjadikan PSG menang 2-1 dan unggul agregat 3-2. Mereka pun lolos ke semifinal, sebelum disingkirkan AC Milan,

Itulah kali terakhir PSG pernah mencapai babak delapan besar Liga Champions, sebelum diulangi lagi di musim ini. Kebetulan pula, lawan yang mereka akan hadapi besok malam (2/4) pun sama: Los Cules.

Jika memerlukan sesosok Rai lagi, PSG memiliki Lucas Moura. Mereka sama-sama dari Brasil dan punya sejarah dengan Sao Paulo. Sebelum ke PSG Rai pernah enam tahun membela klub tersebut, dan juga menutup kariernya di Sao Paulo di tahun 1999.

Sao Paulo pula klub pertama Lucas Moura di level profesional, sampai kemudian ia hijrah ke Paris sejak awal tahun ini, dengan nilai transfer 45 juta euro. Walaupun masih 20 tahun dan baru bergabung selama tiga bulan, keberadaan Lucas telah signifikan. Ia sudah menjadi pilihan pertama pelatih Carlo Ancelotti.

"PSG klub yang sedang berkembang, memiliki pemain-pemain hebat, dan ada sejumlah pemain Brasil yang lebih dulu di sini. Itulah yang membantuku membuat keputusan (bergabung) ini," ucap Lucas di awal kepindahannya ke Paris.

Selain Rai, beberapa pemain top Brasil lain yang pernah meraih kesuksesan di PSG adalah bek tengah Ricardo Gomes, gelandang tengah Valdo, dan Ronaldinho.

"Rai bilang padaku supaya fokus pada permainan dan segera belajar bahasa Prancis," tambah Lucas.

"Valdo dan Rai pemain besar dan aku tahu apa yang telah mereka lakukan di sini. Aku ingin berpartisipasi dalam sejarah klub ini, seperti mereka.

"Ronaldinho juga begitu. Aku fans berat dia. Aku mengagumi kariernya karena dia telah memenangi banyak titel. Tentu saja aku berharap bisa bertahan lama di Paris karena aku ingin meninggalkan jejakku dalam sejarah klub ini," tekad Lucas.



(a2s/nds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads