Juve yang Bak 'Phoenix' Diwaspadai Heynckes

Jelang Bayern vs Juventus

Juve yang Bak 'Phoenix' Diwaspadai Heynckes

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Selasa, 02 Apr 2013 14:52 WIB
Juve yang Bak Phoenix Diwaspadai Heynckes
Getty Images/Claudio Villa
Munich -

Juventus saat ini bukanlah seperti Juve yang baru saja promosi ke Seri A beberapa tahun lalu. Bianconeri kini bak burung Phoenix yang siap "memangsa" lawannya dan hal itu diwaspadai pelatih Bayern Munich, Jupp Heynckes.

Pasca kasus Calciopoli yang menurunkan Juve ke Seri B, butuh waktu lama bagi klub asal Turin itu untuk kembali bangkit dari keterpurukan. Promosi di musim 2007/2008, penampilan Juve naik turun sebelum akhirnya musim lalu di tangan Antonio Conte mereka menemukan jati dirinya sebagai raksasa Italia.

Mereka menuntaskan musim dengan menjadi juara tanpa terkalahkan dan hingga Seri A musim ini bergulir 30 pekan, mereka ada di posisi puncak klasemen dengan keunggulan sembilan poin dari Napoli di posisi kedua. Tak hanya perkasa di kompetisi lokal, di Liga Champions pun kiprah mereka patut diacungi jempol.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Juve jadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan sejak fase grup dengan lima kemenangan dan dua hasil seri. Maka wajar jika Juve jadi salah satu kandidat juara musim ini dan pertahanan mereka pun jadi yang paling kuat dengan hanya empat gol bersarang di gawang Gianluigi Buffon.

Bayern, yang jadi lawan Juve di perempatfinal Liga Champions, tentu mewaspadai kekuatan lawannya itu dan meski jadi tim terproduktif di kompetisi ini dengan 18 gol -- bersama Real Madrid --, The Bavarians tak mau anggap enteng.

Bahkan Heynckes menganalogikan Juve seperti hewan dalam mitologi Yunani, Phoenix, yang terlahir kembali dari abu dan digambarkan sebagai burung dengan sayap-sayap serta bulu yang indah. Juve tak jadi seperti mereka saat baru promosi enam tahun lalu, tapi sudah bangkit sebagai raksasa.

"Ini seperti mitos. Juventus kembali lagi seperti Phoenix. (Pelatih Antonio) Conte sudah melakukan pekerjaan hebat dalam beberapa tahun terakhir. Itu ditunjukkan dalam tim itu. Mereka tidak lagi bermain menggunakan catenaccio -- mereka bemain dengan sangat baik, gaya bertahan dengan kreativitas tinggi," analisa Heynckes di situs resmi UEFA.

"Ini akan jadi laga berkualitas antara dua tim yang setara. Laga kelas dunia - tipikal perempatfinal Liga Champions," tuntasnya.

(mrp/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads