Jupp Heynckes sedikit bicara soal taktik Bayern Munich musim ini, bagaimana timnya melakukan perubahan sistem. Pembelian pemain pun disebutnya jadi kunci.
Heynckes akan membawa timnya melakoni laga final Liga Champions akhir pekan ini, Minggu (26/5/2013) dinihari WIB. Lima belas tahun lalu, dia sukses membawa Real Madrid menjadi juara.
Manajer yang akan meninggalkan Bayern di akhir musim ini tersebut sukses mengantarkan Bayern juara liga dengan keunggulan 25 poin atas Dortmund. Permainan Bayern pun dinilai sebagai salah satu yang terbaik di Eropa musim ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertandingan melawan Juve ditandai dengan pressing ketat yang bahkan sampai membuat Andrea Pirlo tidak berkutik. Pada laga leg pertama, Mario Mandzukic, yang aslinya berposisi sebagai penyerang, rela untuk turun ke tengah demi membayangi Pirlo.
Sementara kala melawan Barca, hasil sudah berbicara dengan sendirinya. Los Cules mereka singkirkan dengan agregat 7-0.
Heynckes sukses membentuk tim seperti yang dia inginkan. Dan dia puas.
"Bagaimana kami bisa mengubah sistem permainan? Anda ingat apa yang saya bilang soal Javi Martinez sebelum kami membelinya? Pada dirinya, Dante, dan Mario Mandzukic, kami mendatangkan tiga pemain yang bisa bermain dengan permainan seperti saat ini," ujarnya di situs resmi UEFA.
"Butuh sedikit waktu untuk meyakinkan para pemain bahwa ini adalah satu-satunya cara kami bakal bermain."
"Saya menantang para pemain setiap hari, terutama kepada mereka yang harus berubah. Franck Ribery tidak pernah sebagus musim ini sebelumnya. Kenapa? Karena dia percaya untuk membagi tugas bertahannya. Begitu juga dengan Arjen Robben."
Gaya main Bayern disebut-sebut tidak jauh berbeda dengan Dortmund, di mana Juergen Klopp juga suka melakukan pressing dan transisi cepat antar-posisi. Klopp sendiri menyebut, Bayern sedikit mengimitasi taktik Dortmund.
"Juergen selalu fair. Ada beberapa hal yang tidak bisa luput dari pengamatan," ucap Heynckes mengomentari hal tersebut.
(roz/din)










































