Lars Ricken Bicara Golnya di Final 1997

Jelang Final Liga Champions

Lars Ricken Bicara Golnya di Final 1997

- Sepakbola
Kamis, 23 Mei 2013 14:27 WIB
Lars Ricken Bicara Golnya di Final 1997
Bongarts/Getty Images
Dortmund - Lars Ricken baru berusia 21 tahun ketika dia sukses membobol gawang Angelo Peruzzi. Golnya itu kemudian memastikan kemenangan Borussia Dortmund di final tahun 1997.

Pada laga di Olympia Stadium, Munich, 16 tahun lalu itu Ricken memulai laga sebagai pemain cadangan, kendati dirinya mencetak masing-masing satu gol di babak perempatfinal dan semifinal. Kelak Ottmar Hitzfeld akan memainkannya di menit ke-70 untuk menggantikan Stephane Chapuisat.

Dortmund unggul 2-0 di babak pertama lewat dua gol Karl-Heinz Riedl. Marcello Lippi kemudian bereaksi di awal babak kedua dengan memainkan Alessandro Del Piero. Si nomor 10 --yang ketika itu berusia 23 tahun-- tersebut langsung memperkecil ketertinggalan Juventus lewat tendangan tumit, usai menerima umpan silang Alen Boksic dari sisi kiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Barulah kemudian Hitzfeld mengambil langkah selanjutnya. Dia memasukkan Ricken untuk menggantikan Chapuisat yang malam itu tidak banyak berkutik. Yang terjadi berikutnya adalah sesuatu yang Ricken sendiri sulit mempercayainya.

"Takdir ada di sisi saya hari itu," ujar Ricken mengenang dalam wawancaranya dengan situs resmi UEFA.

Ricken yang baru masuk lapangan berlari dari sisi kanan ke tengah pertahanan Juventus. Barisan pertahanan Juventus tengah naik sehingga ada ruang kosong di sana. Andy Moeller dengan jeli melepaskan umpan terobosan ke area tersebut. Ricken pun berlari untuk menyambutnya.

Lewat satu sentuhan, dia kemudian melepaskan sepakan lob yang cukup tinggi, melewati Peruzzi. Sang kiper tak bereaksi dan bola pun masuk ke dalam gawang Juve. Dortmund unggul 3-1 dan akhirnya memenangi laga tersebut.

"Saya mengamati dari bench selama 70 menit dan saya menyadari Peruzzi sering berdiri terlalu jauh dari gawang," ungkap Ricken.

"Saya kemudian bermain dengan pikiran itu di benak saya: 'Peruzzi selalu berdiri jauh di depan gawang, Peruzzi selalu berdiri jauh di depan gawang'."

Dan begitulah Ricken mencatatkan namanya dalam sejarah Dortmund. Yang unik, tendangan itu adalah sentuhan pertamanya setelah dia masuk ke lapangan.


(roz/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads