Jupp Heynckes kini bisa dengan tenang meninggalkan Bayern Munich usai membawa tim juara Liga Champions. Ia pun sekaligus membantah rumor kedatangan Pep Guardiola yang membuatnya harus hengkang.
Heynckes sudah dua musim terakhir menangani Bayern dan kariernya di klub tersebut boleh dibilang naik turun, karena musim lalu ia benar-benar jadi loser usai jadi runner-up di tiga kompetisi yang diikuti.
Namun musim ini segalanya berubah dan Heynckes justru mampu membawa Die Roten berjaya di Bundesliga dengan segala rekor yang ditorehkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak ayal prestasi ini seperti menjadi kado perpisahan yang sangat indah untuk Heynckes yang akan pergi akhir musim ini dan digantikan sosok hebat lainnya, Pep Guardiola.
Banyak yang menyebut penunjukkan Guardiola adalah karena Bayern tak mau terlalu lama ditangani oleh pelatih gaek berusia 68 tahun itu. Terbukti pengumuman Guardiola sebagai pelatih baru FC Hollywood dilakukan di pertengahan musim.
Tapi Heynckes membantah keras hal itu dan menyebut bahwa rencananya untuk meninggalkan Bayern sudah terpikirkan sejak kekalahan di final Liga Champions musim lalu dari Chelsea. Kini ia pun bisa menyerahkan tongkat kepelatihan dengan tenang kepada Guardiola.
"Saya sudah memikirkan soal ini sejak tahun lalu. Itu adalah keputusan saya. Saya sudah bilang kepada klub bahwa ini adalah musim terakhir saya dan saya senang bisa mengakhirinya dengan cara yang luar biasa," ujar Heynckes di Guardian.
"Jelas Bayern harus membuktikan bahwa mereka bisa meneruskan prestasi seperti ini -- tapi kemungkinan era baru klub ini baru saja dimulai," lanjutnya.
(mrp/din)











































