Mourinho baru saja selesai mengantar Chelsea dalam lawatan ke Old Trafford di mana MU menanti bersama manajer barunya, David Moyes. Big match Liga Primer Inggris antara kandidat peraih gelar juara melawan tim juara bertahan itu kemudian berakhir imbang 0-0.
Berikutnya ada Eden Arena di Praha yang akan menjadi pentas buat Chelsea dalam menghadapi Bayern di ajang Piala Super Eropa, Sabtu (31/8/2013) dinihari WIB. 'Si Biru' datang dengan status kampiun Liga Europa musim lalu sedangkan 'Die Roten' menyandang predikat jawara Liga Champions.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang menarik, penampilan Mourinho dan Guardiola di Piala Super Eropa kali ini merupakan "warisan" dari pendahulunya: Chelsea merebut gelar Liga Europa di bawah arahan Rafael Benitez, sedangkan Bayern menjuarai Liga Champions ketika masih ditangani Jupp Heynckes.
Fakta itulah yang kemudian membuat Mourinho mengesankan dirinya tidak terlalu antusias menghadapi partai lawan Guardiola nanti. "Saya tidak berpikir ada yang spesial, karena Piala Super Eropa bukan sebuah kompetisi besar," katanya.
"Piala Super Eropa adalah konsekuensi atas apa yang terjadi sebelumnya. Jujur saja, saya pikir baik saya maupun Guardiola tidak ada hubungannya dengan apa yang terjadi musim lalu, karena kami belum ada di sana," lanjut Mourinho.
Namun demikian, sebuah gelar juara tetaplah prestasi tersendiri. Sebagai sosok ambisius Mourinho tentu akan berusaha menyabet segala macam gelar yang berkesempatan ia raih. Apalagi ia akan menghadapi kubu Bayern yang akan bakal punya antusiasme ekstra agar menjadi klub Jerman pertama yang meraih Piala Super Eropa.
"Ya, ini bukan kali pertama kami berhadapan dan kami saling mengenal dengan baik," kata Guardiola mengenai pertemuannya dengan Mourinho nanti.
"Bayern belum pernah memenangi gelar ini dan itu adalah gelar penting," lanjutnya.
Berbeda seperti Mourinho dan Chelsea yang kini sudah bisa fokus sepenuhnya ke pertemuan nanti, Guardiola dan Bayern masih harus membagi konsentrasi ke partai lawan Freiburg di Bundesliga, Rabu (28/8) dinihari WIB. "Kami ingin start terbaik dengan 12 poin dari empat laga, jadi kami bisa ke Praha untuk Piala Super tanpa beban," seru Chairman Bayern Karl-Heinz Rummenigge di AFP.
Apapun, dengan fokus Mourinho kini sudah sepenuhnya terarah ke ajang Piala Super Eropa, Guardiola kini tampaknya harus siap terus-terusan menjadi sasaran tembak psy war ala 'Special One'. Komentar semacam ini, misalnya. "Yang jadi tim terbaik di Eropa musim lalu adalah Bayern-nya Jupp Heycnkes. Kini mereka punya seorang pelatih baru dan pemain anyar, dan saya tak yakin apakah mereka sama bagusnya seperti musim lalu," komentar Mourinho di Bild am Sonntag, mengesankan cibiran ke arah Guardiola.
(krs/a2s)











































