Menghadapi Bayern Munich di Piala Super Eropa, Chelsea harus bermain dengan 10 orang sejak menit 85 menyusul kartu merah yang didapat Ramires. Meski kemudian sempat unggul 2-1, The Blues tetap tak kuasa menahan serangan Bayern hingga akhirnya menyerah 4-5 setelah pertandingan dilanjutkan ke adu penalti.
Dalam pernyataannya usai pertandingan, Mourinho menyuarakan ketidakpuasannya terhadap keputusan wasit Jonas Eriksson. Bermain dengan 10 orang disebutnya sangat menyulitkan Chelsea.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah sejarah saya dengan UEFA sejak lama. Sepakbola adalah 11 melawan 11. Sebelas menghadapi 10 pemain adalah, tentu saja, lebih mudah buat tim yang punya 11 pemain. Saya punya pengalaman yang fantastis bermain dengan 10 orang di pertandingan-pertandingan UEFA," sahut Mourinho.
"Saya punya pengalaman yang hebat. Itu bukan hal baru buat saya. Saya melatih Inter dan bermain semifinal Liga Champions, selama satu jam, hanya dengan 10 orang menghadapi Barcelona. Saya pergi ke Real Madrid, saya menjalani semifinal Liga Champions dengan 10 pemain. Saya kembali ke Chelsea dan bermain di Piala Super Eropa kembali dengan 10 pemain. Silakan analisa kejadian-kejadian itu dan buat sendiri kesimpulan. Saya tidak beruntung. Itu saja," paparnya di Telegraph.
Mourinho memang punya sejarah perseteruan dengan UEFA. Dia berulang kali menuding timnya dirugikan oleh wasit, yang dianggapnya telah bersikap berat sebelah dan sering salah mengeluarkan keputusan soal kartu. Salah satunya adalah kasus yang melibatkan wasit Anders Frisk di Liga Champions musim 2004/2005, di mana ketika itu Mourinho menuduh wasit telah melanggar aturan FIFA karena bertemu dengan pelatih (Frank Rijkaard) di jeda pertandingan. Di pertandingan yang sama Mourinho juga dibuat kesal dengan kartu merah yang didapat Didier Drogba.
Terkait kartu kuning kedua untuk Ramires, Mourinho mengaku tidak mempermasalahkannya. Yang kemudian dia kritik adalah wasit kerap tidak konsisten dengan keputusannya karena kejadian serupa terjadi beberapa kali di atas lapangan.
"Jika Anda mencintai sepak bola, Anda tidak akan membunuh final dengan kartu kuning kedua seperti itu. Ada banyak kartu kuning yang tidak diberikan wasit. Ada situasi tersebut dengan Dante dan terjadi di depan saya, yang merupakan kartu kuning pertamanya, dan itu tidak diberikan."
"Dengan wasit-wasit Inggris, orang-orang yang mencintai permainan ini, mereka berkomunikasi dengan pemain, mengatakan ini pada Ramires: 'Lihat, Anda tidak menyakiti siapapun, tapi Anda tidak boleh melakukannya lagi'. Atau bisa bilang ke pemain Bayern: 'Jangan diving. Jangan mencobanya atau memprovokasi. Bermainlah dengan fairplay," tegas Mourinho.
(din/din)











































