Bukan tanpa alasan jika Pep harus bisa memenuhi ekspektasi publik Bavaria mengingat ia menggantikan Jupp Heynckes yang sudah memberi treble winner musim lalu pada Bayern.
Apalagi Pep datang dengan curriculum vitae mengilap bersama Barcelona dan fans Bayern tentu berharap pria asal Spanyol itu mampu memberikan yang lebih untuk klub kesayangan mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tekanan mulai datang ketika Bayern takluk dari Borussia Dortmund pada Piala Super Jerman dan performa yang terhitung masih biasa-biasa saja di awal musim Bundesliga ini.
Maka pressure itu kian menjadi-jadi ketika harus menghadapi Chelsea di final Piala Super Eropa dinihari WIB tadi. Sempat dua kali tertinggal dan dua kali pula menyamakan kedudukan, FC Hollywood akhirnya menang lewat drama adu penalti.
Pep pun akhirnya bisa bernafas lega setelah mendapat trofi pertamanya di luar Spanyol. Gelar ini pula yang disebut bisa melepas perlahan-lahan beban Pep sejak ditunjuk jadi trainer baru Bayern.
"Penting bagi Guardiola untuk menang. Kami memenangi segalanya musim lalu dan tidak mudah baginya untuk mengulangi prestasi itu. Seluruh tim merasakan tekanan itu tapi tentunya lebih sulit untuk pelatih," ujar Franck Ribery di situs resmi UEFA.
"(Trofi) ini sangat membantu kami dan memberi kami dorongan semangat. Dia adalah pelatih yang hebat yang sudah melakukan pekerjaan brilian dan kami sangat senang dengannya," tuntas Ribery.
(mrp/mrp)











































