Perkara Balas Dendam City dan Pellegrini

Jelang Plzen vs City

Perkara Balas Dendam City dan Pellegrini

Femi Diah - Sepakbola
Senin, 16 Sep 2013 13:49 WIB
Perkara Balas Dendam City dan Pellegrini
Getty Images/Robin Utrecht
Manchester -

Manuel Pellegrini dan Manchester City mengusung tekad untuk menebus hasil buruk di Liga Champions musim lalu. Namun, eks pelatih Malaga itu tak mau meremehkan lawan-lawannya di Grup D.

City bakal melakoni laga perdana di fase grup Liga Champions dengan bertandang ke Viktoria Plzen. Itu menjadi awal perjuangan The Citizens di Liga Champions musim ini, di mana mereka juga berbagi grup dengan Bayern Munich dan CSKA Moscow.

Laga dengan Plzen menjadi momen yang dinanti-nantikan City dan Pellegrini terkait hasrat menuntaskan dendam atas kegagalan di musim lalu. City yang musim lalu dibesut Roberto Mancini dan Pellegri yang melatih Malaga memang punya kisah pahitnya sendiri-sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait Pellegrini, dia berhasil membuat kejutan besar saat mengantar Malaga maju hingga ke babak perempat final. Kejutan-kejutan sudah dibuat Malaga bahkan sejak mereka berada di fase grup, bersama dua tim yang dianggap lebih kuat AC Milan dan St Petersburg.

Terhentinya langkah Malaga di perempatfinal juga terjadi secara menyakitkan, di mana mereka kalah dalam dalam ketat yang berakhir 3-2 dan lewat gol-gol yang terjadi jelang laga berakhir. Hasil laga tersebut juga menambah duka Pellegrini, karena beberapa hari sebelumnya dia harus pulang ke Chile lantaran ayahnya meninggal dunia.

"Itu salah satu pekan terburuk saya. Hasil yang berat saya terima. Di pekan yang saya ayah saya meninggal dunia. Saya terbang dari Chile tepat pada hari yang sama," kata Pellegrini kepada The Telegraph.

Nah, City yang dibesut Roberto Mancini musim lalu juga mencatatkan hasil yang tak kalah buruk, bahkan di dua musim terakhir. Setelah pada musim 2011-2012 bergabung dengan Bayern Munich, Napoli dan Villareal, di musim berikutnya City harus berbagi tempat dengan Dortmund, Real Madrid dan Ajax. Di dua kesempatan tersebut Sergio Aguero dkk gagal lolos ke babak 16 besar.

Atas dasar itulah Pellegrini dan City mengusung semangat balas dendam saat Liga Champions kembali bergulir. Namun belajar dari kegagalan menyesakkan di dua musim terakhir, City tak mau memandang remeh lawan-lawannya.

"Musim ini juga tak mudah. Adalah sebuah kesalahan jika melihat peluang ke babak 16 besar karena menilai tim lawan dalam satu grup lemah. Bisa jadi waktu itu Milan dan Zenit St Petersburg gembira tergabung satu grup dengan Malaga. Itu salah," lanjut Pellegrini.

"Maka saya selalu berpikir kami berada di grup berat dengan lawan-lawan bagus. Mungkin tak ada yang benar-benar paham kekuatan sesungguhnya CSKA Moskow. Kami harus bekerja keras untuk lolos ke babak hidup mati," kata dia.

"Sejak awal saya berusaha untuk memuat City punya gaya sehingga bisa membuat tim ini bersiang di Eropa dan Premier League. Saya yakin karena tim ini mempunyai skuat yang hebat," tegasnya lagi.

(fem/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads