Di atas kertas Real lebih diunggulkan. Musim lalu di babak perempatfinal Real menang agregat 5-3. Namun Iker Casillas dkk jelas juga tak lupa kalau mereka pulang dengan membawa kekalahan 2-3 saat melawat ke Istanbul.
Riuhnya penonton yang memadati stadion menjadi kekuatan lain Galatasaray. Soal atmosfer penonton, Ancelotti juga mencatatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Punya target besar meraih La Decima, alias gelar Liga Champions yang kesepuluh, Ancelotti menyebut Turk Telekom Arena sebagai ujian awal buat anak didiknya. El Real disebutnya harus menunjukkan karakter tim juara.
"Itu ujian yang baik bagi kami untuk menguji karakter tim," lanjut dia.
Galatasaray dikenap punya pendukung fanatik dan kadung mendapatkan stempel sebagai suporter paling berisik sedunia. Sportskeeda mencatat kadar keriuhan stadion mencapai 131 desibel. Kadar itu lebih tinggi daripada berdiri dengan jarak 50 meter dari jet pesawat tempur atau konser The Who pada 1976.
Musim lalu Real terhenti langkahnya di babak semifinal setelah dikalahkan Borussia Dortmund. Sementara di musim ini, di fase grup mereka berbagi tempat dengan Juventus dan Kopenhagen.
(fem/din)











































