Menjamu Copenhagen yang merupakan tim terlemah di Grup B, Juve cuma mampu meraih hasil imbang 1-1. Bahkan mereka sempat tertinggal lebih dulu dari gol Nicolai Jorgensen sebelum Fabio Quagliarella menyamakan kedudukan di babak kedua.
Skor tersebut seharusnya tak terjadi andaikan Quagliarella dan para pemain depan La Vecchia Signora lebih tenang dalam menuntaskan peluang. Situs resmi UEFA mencatat Juve bikin total 26 shots dengan 13 mengarah ke gawang sementara lawan cuma bikin delapan dengan enam on goal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi Galatasaray tentunya tak ingin kehilangan angka lagi setelah dihajar 1-6 oleh Real Madrid di laga pembuka.
"Kami tidak harus terkecoh dengan hasil laga antara Galatasaray dengan Real Madrid. Skor akhir memang luar biasa," papar Conte di Football Italia.
"Kami membuang-buang peluang saat melawan Copenhagen. Kami harus bermain baik saat melawan Galatasaray. Kami tidak boleh mengulanginya lagi," sambungnya.
"Kami harus mencoba berbagai cara untuk mencetak gol, bahkan dengan tembakan jarak jauh. Yang terpenting adalah membuat banyak peluang."
"Kami harus bermain dengan ritme yang sama dan kami ingin melakukan semaksimal mungkin untuk menang -- meski tahu itu bakal sulit. Itulah mengapa saya ingin fans menjadi pemain ke-12 kami besok. Kami ingin suporter mendukung penuh kami," demikian dia.
(mrp/nds)










































