Casillas sudah kesulitan menembus tim inti Madrid sejak pergantian tahun ini. Posisinya di bawah kiper sudah digeser oleh Diego Lopez yang juga berhasil tampil apik.
Saat posisi pelatih Madrid berpindah dari tangan Jose Mourinho ke Carlo Ancelotti pun waktu tampil Casillas masih cukup minim. Kiper timnas Spanyol itu pun sudah menguak peluang pindah lewat sebuah pernyataannya pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sangat mengagumi Iker, jika saya berada dalam posisinya maka saya tentu akan sulit menerima situasi tertentu karena masih merasa sebagai kiper yang tangguh dan di jajaran yang terbaik," aku Buffon kepada AS dan dikutip Football Espana.
Buffon sendiri enggan berspekulasi mengapa Casillas tidak lagi jadi pilihan pertama di Madrid. "Kenapa ia tak ada di tim? Saya tidak tahu pasti apa yang terjadi tahun lalu atau tahun ini. Saya hanya memperhatikan daftar susunan pemain."
"Tapi saya kira tahun lalu yang terjadi bukan cuma persoalan teknis, tapi juga berhubungan dengan hal lain. Saya kira itu adalah masalah hubungan (dengan pelatih saat itu). Apakah kini cuma mengenai keputusan terkait olahraga? Saya tak tahu. Saya cuma bisa bilang sangat tak biasa melihat kiper seperti Casillas duduk di bench."
"Tapi di tengah-tengah itu semua kita juga harus menghargai Diego Lopez, yang pada akhirnya, terlepas dari apa yang ia lakukan tahun ini, sudah jadi kiper yang bagus. Tapi saya benar-benar terkesan dengan reaksi Iker dan saya masih menilainya lebih hebat," paparnya.
Kiper timnas Italia itu kemudian memberikan semangat kepada Casillas yang ia yakini akan mampu segera keluar dari masa-masa sulitnya di Madrid.
"Iker selalu bisa membuktikan diri sebagai seorang juara hebat dan saya pikir pemain-pemain seperti itu mampu keluar dari masa-masa sulit secara alami," tutur Buffon.
(fem/krs)











































