Klopp menganalogikan perbedaan itu dengan gaya bermusik dua musisi.
"Dia (Wenger) menyukai penguasaan bola, memainkan sepakbola, passing ... seperti sebuah orkestra," kata Klopp sembari menirukan orang bermain biola kepada Guardian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Klopp menyamakan suasana Westfalenstadion dengan panggung musik metal. Setiap kali naik ke panggung, sudah ada seperangkat gitar dan pengeras suara. Juga, setiap kali keluar dari lorong pemain, 80 ribu suporter selalu siap bertepuk tangan. Apalagi jika ada gol. 25ribu penonton akan membentangkan bendera klub berukuran raksasa.
"Buat saya, dia (Wenger) figur yang besar. Saya suka dia. Tapi saya orang dengan keistimewaan. Saya selalu menginginkan yang hingar-bingar. Saya menginginkannya," kata dia sembari menirukan suara bom.
Klopp juga tidak tertarik dengan kenyamanan tim raksasa Barcelona, yang dianalogikannya sebagai pertandingan tenis, yang penontonnya bertepuk tangan hanya setelah bola mati.
"Sorry, itu tidak cukup buat saya. Apa yang saya sukai adalah membuat sesuatu di sepakbola untuk memenangi pertandingan sebanyak-banyaknya," kata dia.
"Ini bukan sepakbola yang tenang melainkan pertempuran sepakbola. Itulah yang saya suka.
"Menyaksikan Arsenal dalam 10 tahun terakhir, itu memang sepakbola yang nyaris sempurna. Tapi semua tahu mereka tidak mendapatkan gelar juara.
"Itu filosofi Β Arsene Wenger. Saya menyukainya, tapi tidak bisa jadi seperti itu," tutur Klopp.
Dortmund dan Arsenal akan berduel lagi pada Kamis (7/11/2013) dinihari WIB dalam lanjutan Liga Champions Grup F. Pada pertemuan pertama mereka di Emirates Stadium, Dortmunda menang 2-1.
(/)











































