Menantang AC Milan di partai penentuan grup Liga Champions, situasi Ajax saat ini dibanding-bandingkan saat mereka sukses mengalahkan Rossoneri pada tahun 2010. Namun Frank De Boer menilai kini keadaannya berbeda.
Ajax akan menjalani laga hidup mati di San Siro, Kamis (12/12/2013) dinihari WIB esok, untuk menentukan kelolosan mereka ke fase gugur Liga Champions. Menempati posisi tiga grup H dengan nilai tujuh, De Amsterdammers butuh kemenangan untuk lolos sementara Milan (8 poin) hanya butuh hasil imbang.
Kendatipun bermain tandang, namun Ajax dinilai tetap punya peluang besar menang karena tim Belanda ini pernah melakukannya pada musim 2010/2011 silam. Saat itu, Ajax menang 2-0 lewat gol-gol Demy De Zeeuw dan Toby Alderweireld.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, De Boer tak mau membanding-bandingkan situasi sekarang dengan tiga musim silam karena menurutnya latar belakangnya berbeda. Saat itu Milan sudah dipastikan lolos, sementara Ajax wajib menang agar bisa mengamankan tiket ke Liga Europa.
"Ini sangat berbeda. Milan saat itu sudah lolos sementara kami benar-benar harus menang. Kali ini, ini adalah laga penting untuk mereka karena mereka tertinggal 22 poin di belakang pemimpin klasemen Serie A, sehingga ini adalah situasi yang benar-benar berbeda," kata De Boer seperti dikutip Football Italia.
"Milan akan mencoba memegang penguasaan bola. (Ricardo) Kaka dan Mario Balotelli adalah para pemain hebat dan kami harus waspada akan mereka. Tapi kami juga berada dalam kondisi bagus dan bisa menunjukkan performa oke. Kami harus memanfaatkan ruang yang ditinggalkan Milan untuk kami," lanjutnya.
"Siapa yang favorit? Milan bermain di kandang sendiri dan merupakan tim bagus, tapi saya pikir masing-masing dari kami punya kesempatan 50% untuk lolos. Rossoneri tengah berkembang, tapi kami juga berada dalam momen luar biasa," ujar pelatih 43 tahun ini.
(raw/krs)











































