Dua musim pertama Manchester City berpartisipasi di Liga Champions disudahi dengan catatan sangat buruk. Di musim ketiganya, The Citizens sudah makin matang, dengan menyapu bersih kemenangan away.
Musim 2011/2012 menjadi tahun debut City di Liga Champions. Meski ketika itu dianggap menjadi kuda hitam, toh skuat besutan Roberto Mancini justru dapat hasil buruk: mereka terdepak dari fase grup dengan status penghuni posisi tiga setelah meraih tiga kemenangan, sekali imbang dan dua kali kalah.
Setahun berselang, 2012/2013, City kembali masuk Liga Champions, dengan status jawara Premier League mereka dianggap punya potensi lebih besar untuk berbicara di ajang tersebut. Namun tak begitu yang terjadi di atas lapangan, The Citizens justru tampil lebih buruk: nol kemenangan, tiga kali bermain imbang dan tiga kali kalah. Sergio Aguero cs duduk sebagai juru kunci grupnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang pertama tentu saja terkait kelolosan ke babak 16 besar, karena itu menjadi sejarah baru buat City. Yang kedua adalah keberhasilan menundukkan sang juara bertahan Bayern Munich, dalam laga yang digelar di Allianz Arena.
Tiga poin yang didapat dari Munich tersebut juga menorehkan catatan impresif karena skuat besutan Manuel Pellegrini mencatatkan 100% kemenangan untuk laga-laga tandang. City memulainya dengan kemenangan 3-0 atas Viktoria Plzen, lalu menundukkan CSKA Moscow 2-1 dan meraih kemenangan gemilang 3-2 atas Bayern Munich dinihari tadi.
Penampilan bagus City di laga tandang Liga Champions bertolak belakang dengan di Premier League. City baru memetik dua kali kemenangan saat delapan kali melakoni laga tandang di Liga Inggris musim ini. Sisanya, empat kekalahan didapat dan dua laga lainnya berakhir imbang.
"Kemenangan besar City atas sang juara bertahan di kandang mereka. Itu tak cukup untuk membuat City memuncaki klasemen, tapi City terus bertambah besar di Eropa. Ayo, City!" tulis Aguero di akun Twitternya @aguerosergiokun.
(din/roz)











































