Laga Galatasaray melawan Juve di Turk Telekom Arena, Istanbul, dimulai pada Selasa (10/12/2013) malam waktu setempat. Akan tetapi, karena hujan salju yang begitu lebat, lapangan tertutup salju tebal dan tidak bisa dipakai untuk bermain. Laga akhirnya dihentikan pada menit ke-31 ketika skor masih 0-0.
Laga dilanjutkan lagi pada Rabu (11/12). Lapangan memang sudah dibersihkan dari salju, tapi kondisinya masih buruk. Akibatnya, bola tak bisa bergulir normal di atas permukaan. Selain itu, hujan salju masih terus mengguyur. Dengan situasi seperti itu, kedua tim kesulitan mengembangkan permainan.
"Sulit untuk bermain sepakbola dalam lingkungan seperti ini dan saya sudah bilang sebelumnya bahwa ini berbahaya untuk para pemain. Jadi, mungkin lebih baik tidak bermain," tutur Mancini kepada Sky Sport Italia.
"Semalam praktis tak mungkin (bermain) karena ada lapisan es di atas lapangan dan tak ada yang mau meneruskan. Saya bilang ke delegasi UEFA bahwa dalam pandangan saya, meneruskan laga pada hari ini juga tidak tepat," sambungnya.
"Saat jeda, itu sudah terlalu terlambat. Juve ingin bermain sebelum pertandingan, atau paling tidak mereka tidak mengatakan apapun. Saya setuju dengan (pelatih Juve Antonio) Conte, mustahil bagi kedua tim untuk bermain. Ini menjadi lotere," kata mantan pelatih Inter Milan ini.
"Setelah itu, ini menjadi pertandingan yang terbuka dan kami lebih agresif, jadi layak mendapatkan kemenangan. Mungkin karena kami tahu bahwa kami harus menang," ujar Mancini.
Galatasaray akhirnya keluar sebagai pemenang pertandingan ini. Gol Wesley Sneijder pada menit ke-85 memastikan klub Turki itu menang 1-0.
Galatasaray pun lolos ke babak 16 besar Liga Champions sebagai runner-up Grup B. Mereka mengumpulkan tujuh poin dari enam partai, unggul satu poin atas Juve yang turun ke posisi ketiga.
"Situasinya sulit ketika saya ditunjuk menjadi pelatih karena kami kalah pada pertandingan kandang pertama dengan skor 1-6. Kami tampil bagus dan beruntung bisa mendapatkan satu poin di Turin, kemudian layak memenangi pertandingan ini," kata Mancini.
(mfi/nds)











































