Yaya hijrah ke Barca pada musim panas 2007 setelah setahun memperkuat AS Monaco. Di klub Catalan itu, Yaya langsung jadi pilihan utama di lini tengah sebagai gelandang bertahan.
Punya daya jelajah tinggi serta fisik mumpuni membuat Yaya menjadi salah satu pemain favorit di Camp Nou. Ia juga jadi kunci sukses raihan enam gelar Barca di tahun 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah hampir empat tahun berpisah, Yaya akan berkesempatan menemui mantan rekan-rekannya di Barca ketika City berduel dengan klub itu di babak 16 besar Liga Champions.
Tak ada rasa sakit hati dari Yaya mengingat ia sudah membuat pilihan tepat dengan bergabung ke City. Toh Yaya sudah merasakan manisnya titel Premier League bersama The Citizens.
"Tidak, aku tidak punya masalah dengan mereka," ujar Yaya seperti dilansir Sky Sports.
"Aku ingin memenangi banyak trofi bersama mereka dan dari sudut pandangku, saat itu waktu yang tepat untuk pindah. Aku merasa sudah mentok di sana, dengan berbagai sejarah yang dimiliki klub itu," lanjutnya.
"Bagiku adalah pilihan tepat bergabung ke Man City. Sejarahnya memang tidak luar biasa, tapi kami sedang menuju ke sana."
"Kami punya manajer baru (Manuel Pellegrini) dengan ide fantastisnya soal sepakbola dan kami tak sabat menantikan seperti apa masa depan kami," tutupnya.
(mrp/rin)











































