Tragedi Yunani untuk 'Setan Merah'

Liga Champions

Tragedi Yunani untuk 'Setan Merah'

- Sepakbola
Rabu, 26 Feb 2014 11:58 WIB
Tragedi Yunani untuk Setan Merah
John Berry/Getty Images
Jakarta -

Tersingkir di Piala FA dan Piala Liga Inggris serta sangat sulit mempertahankan gelar Premier League, Manchester United menaruh asa besar di Liga Champions. Tapi di Yunani The Red Devils justru dapat tragedi.

Meski performanya di kompetisi domestik masih jauh dari memuaskan, MU menjelang laga dengan Olympiakos di leg pertama babak 16 besar Liga Champions dengan keyakinan tinggi. Selain kemenangan 2-0 atas Crystal Palace di Liga Inggris akhir pekan lalu, Wayne Rooney dkk punya catatan bagus di Eropa musim ini.

Pada fase grup mereka sama sekali tak terkalahkan, meraih empat kemenangan dan dua hasil imbang. MU menjadi satu dari tiga klub yang tak terkalahkan di fase grup selain Atletico Madrid dan Real Madrid. Selain itu, The Red Devils juga tak pernah dalam posisi tertinggal dari enam laga pertamanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi di Karaiskakis Stadium, Rabu (26/2/2014) dinihari WIB, hasil buruk yang didapat. MU kalah dengan skor 0-2. Bukan cuma kalah, 'Setan Merah' dibuat tak berdaya oleh klub yang tengah jadi penguasa Yunani itu.

"Mimpi buruk buat Moyes dan pemainnya di Yunani", begitu tulis Daily Mail menyoal kekalahan sang juara bertahan Liga Inggris. Sementara CNN menulis "Tragedi Yunani untuk Manchester United di Olympiakos.

Kekalahan MU dianggap menjadi kejutan besar karena yang mereka hadapi 'cuma' Olympiakos, tim yang bukan kandidat juara. Tim yang tidak diisi oleh pemain besar dan pelatih top. Tim yang dalam sejarahnya tak pernah menang atas MU dalam empat pertemuan sebelumnya.

Memang Manchester City dan Arsenal juga menelan kekalahan, bahkan di kandang sendiri. Namun The Citizens dan The Gunners tunduk atas tim yang dianggap jadi kandidat kuat juara: Barcelona dan Bayern Munich. Selain itu mereka juga bermain dengan dengan komposisi tak berimbang karena sama-sama mendapat kartu merah dan harus bermain dengan 10 orang.

Usai pertandingan, David Moyes menyebut timnya tampil dengan buruk dan layak kalah. Senada dengan sang manajer, Robin van Persie juga melontarkan kritik pada rekan-rekannya.

"Beberapa pemain kami terkadang bergerak di zona di mana saya ingin bermain. Dan ketika saya melihatnya, itu membuat saya sulit untuk bergerak ke ruang yang kosong juga. Jadi, itu memaksa saya untuk menyesuaikan lari saya, berdasarkan posisi dari rekan saya. Terkadang mereka bermain di zona saya. Saya pikir, itu sangat disayangkan," sahut Van Persie.

Setelah kebobolan dua gol, MU juga gagal menunjukkan reaksi yang diinginkan. Opta mencatat kalau shot on target pertama yang dibuat pemain MU baru lahir di menit 89 melalui Shinji Kagawa.

Pernyataan Carrick bahwa MU belum tersingkir memang benar. Masih ada 90 menit tersedia di Old Trafford buat MU membalas hasil dinihari tadi. Tapi perjuangan tersebut jelas tidak akan mudah, karena tuan rumah butuh kemenangan 3-0 atau dengan jumlah gol lebih banyak jika Olympiakos bisa menjebol gawang David de Gea.

Tersingkir dari Liga Champions akan menimbulkan masalah lain buat MU karena itu berarti akan terhentinya pemasukan yang didapat dari kompetisi tersebut. Apalagi MU terancam tak lolos ke Liga Champions musim depan, yang sekali lagi membuat keran pemasukan mereka di musim depan juga akan berkurang.

(din/cas)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads