Gelandang AC Milan Andrea Poli sempat tidak merasa timnya bakal dicukur Atletico Madrid. Tapi nyatanya, lawannya itu tampil super dan memastikan tiket ke perempatfinal dengan sangat meyakinkan.
Milan datang ke leg kedua di Vicente Calderon dinihari tadi dengan posisi tertinggal 1-0, setelah kalah pada pertemuan pertama di San Siro. Meski mengawali laga dengan buruk, langsung kebobolan di menit ketiga oleh Diego Costa, namun Milan sempat mendapatkan angin segar kala Ricardo Kaka berhasil membobol gawang Thibaut Courtois.
Gol tersebut membawa Rossoneri dalam situasi yang cukup menguntungkan kendati masih tertinggal 1-2. Satu gol lain bakal membawa mereka unggul gol tandang dan peluang lolos pun membesar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebobolan gol cepat seperti itu bukanlah start yang menjanjikan. Setelah skor berubah 1-1 kami punya peluang lain untuk mencetak gol dan saya sempat benar-benar tidak merasa bahwa Atletico superior atas kami," kata Poli kepada Sky Sport Italia dikutip Football Italia.
"Kemudian gol yang membuat skor 2-1 berarti kami kembali terdesak sebelum turun minum. Setelah jeda mereka membabi-buta karena mereka adalah sebuah tim hebat," lanjutnya.
"Saya ulangi, di 30 menit pertama saya tidak mendapatkan kesan Atletico superior atau lebih dominan. Kami pulang dengan rasa pahit di mulut kami," tambah gelandang 24 tahun ini.
"Kami datang ke sini untuk menampilkan performa hebat, tapi mereka tampil lebih baik daripada kami. Kami akan duduk bersama dan menganalisis kesalahan kami bersama," demikian dia.
(raw/din)











































