Hasrat terbesar Real Madrid musim ini masih soal bagaimana caranya merebut trofi La Decima di Liga Champions. Tapi bukan berarti mereka mengabaikan peluang juara di La Liga Primera.
Sudah sedekade lebih Madrid tak pernah juara Liga Champions setelah terakhir kali mengalahkan Bayer Leverkusen 2-1 di final 2001/2002. Setelah itu Madrid selalu akrab dengan kegagalan di kompetisi ini meski mereka jadi tim dengan raihan trofi terbanyak di kompetisi itu.
Dalam dua musim terakhir Madrid tentunya makin penasaran setelah selalu terhenti di semifinal. Musim ini langkah mereka menyamai prestasi di 2012 dan 2013 masih terbuka lebar setelah ada di perempatfinal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laga itu datang tak lama setelah tren buruk yang dikecap Los Blancos belakangan di liga di mana dua kekalahan dari tiga laga terakhir (dari Barcelona dan Sevilla) membuat mereka kini kembali tertinggal dalam perburuan titel juara.
Banyak pihak yang menganggap bahwa Madrid kini lebih serius membidik trofi Liga Champions dibanding di La Liga. Dipasangnya Iker Casillas yang lebih pengalaman dibanding Diego Lopez hanyalah satu dari banyak alasan mengapa Madrid begitu ngotot di Liga Champions.
"Karena dua kekalahan beruntun kami terpeleset di liga. La Decima adalah impian kami tapi liga juga jadi target utama kami," ujar Ancelotti kepada Radio Acnh'lo Sport seperti dilansir Football Espana.
"Liga menarik karena di belakang tiga tim teratas, ada tim seperti Athletic Bilbao yang sangat kompetitif," sambungnya.
"Aku punya tim yang kuat dan lengkap - mereka semua adalah juara, pemain berpengalaman, dan para pemain muda dari akademi."
(mrp/din)










































