Kemenangan atas Villa dengan skor 4-1 menjadi kelegaan besar buat Moyes, yang sepanjang musim ini tak lepas dari sorotan. Hasil laga tersebut setidaknya menjadi pelipur kekecewaan setelah empat hari sebelumnya dipermalukan Manchester City 0-3 di Old Trafford.
Pesta kecil itu harus disudahi MU dan suporternya cepat-cepat. Kini, mereka kembali harus bersiap. Ada pertandingan dengan skala lebih besar menanti saat Bayern Munich datang berkunjung untuk melakoni leg pertama babak delapan besar Liga Champions. Laga besar namun dengan ekspektasi kemenangan, yang harus diakui, tidaklah tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, The Red Devils masih belum menemukan performa terbaiknya. Dalam setidaknya dua bulan terakhir kemenangan memang makin sering dikumpulkan MU, tapi itu didapat saat berhadapan dengan tim-tim kecil - menang atas Villa, West Ham, Crystal Palace, dan Cardiff City. Ketika harus duel dengan mereka yang berada di papan atas, Wayne Rooney dkk lebih sering dapat malu - dipermalukan City dan Liverpool serta kandas di tangan Chelsea.
Bayern juga bisa dianggap sebagai ujian terbesar untuk Moyes sejak dia ditunjuk sebagai pengganti Sir Alex Ferguson. Salah satu alasannya adalah karena Liga Champions merupakan kesempatan terakhir MU meraih gelar musim ini.
Menjadi juara Eropa jelas sangat sulit, tapi Moyes diharapkan bisa membawa MU melangkah sejauh mungkin. Kemenangan atas sang juara bertahan akan menjadi pencapaian terbaik Moyes di musim pertamanya ini, selain sukses menundukkan Arsenal di awal musim lalu.
Dan seperti diauki sendiri oleh Moyes akhir pekan kemarin, kemenangan atas Bayern bisa memperbaiki musim MU yang sudah sangat buruk saat ini.
"Saya datang ke Liga Champions sebagai manajer yang benar-benar tanpa pengalaman. Sejauh ini kami sudah bekerja dengan sangat baik, tapi kini kami menghadapi ujian yang terberat," sahut Moyes dalam konferensi pers jelang pertandingan.
(din/rin)











































