Musim lalu Real Madrid mendapat pengalaman buruk kala harus disingkirkan oleh Borussia Dortmund. Musim ini kejadian itu nyaris terulang di laga perempatfinal, meski akhirnya Los Blancos lolos dari lubang jarum di leg kedua.
Kekalahan telak 1-4 di Signal Iduna Park di leg pertama semifinal musim lalu, hanya mampu dibalas dengan kemenangan 2-0 di Santiago Bernabeu sepekan berselang.
Alhasil untuk ketiga kalinya secara beruntun langkah Madrid selalu terhenti di semifinal dan untuk dua musim berturut-turut mereka selalu dikalahkan wakil Jerman setelah di musim 2011/2012 saat bertemu Bayern Munich.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di leg pertama pekan lalu Los Merengues menang tiga gol tanpa balas dan kemudian itu jadi modal untuk tim asal ibukota itu melakoni leg kedua.
Tapi 90 menit di leg kedua terasa lebih lama untuk pasukan Carlo Ancelotti itu. Setelah mengawali laga dengan ketidakberuntungan kala penalti Angel Di Maria mampu digagalkan Roman Weindenfeller.
Setelahnya Madrid selalu berada dalam tekanan lawan dan Marco Reus berhasil membuat jantung pendukung serta pemain Madrid berdegub kencang lewat dua golnya di babak pertama yang membawa Die Borussen unggul 2-0.
Untungnya bagi Madrid di babak kedua segala tekanan yang dilancarkan Dortmund tak berhasil membuahkan gol ketiga, keempat, dan seterusnya hingga skor di atas bertahan hingga laga usai.
Pada akhirnya Madrid lolos ke semifinal dengan unggul agregat 3-2 dan menuntaskan "dendam" musim lalu. Tapi dengan penampilan buruk di leg kedua, Madrid diingatkan untuk tak terlalu cepat puas dengan keberhasilan itu.
"Kami sangat menderita selama pertandingan lebih dari yang kami kira," ujar kapten Madrid Iker Casillas seperti dikutip Football Espana.
"Gol-gol datang dari kesalahan kami. Tertinggal 0-2 dan penalti yang gagal membuat Anda berpikir macam-macam," sambungnya.
"Kami tidak bisa lagi membuat kesalahan seperti ini di semifinal," demikian dia.
(mrp/rin)










































