Sevilla berhak mengangkat trofi juara Liga Europa setelah mengalahkan Benfica pada laga final di Juventus Stadium, Kamis (15/5/2014) dinihari WIB. Lewat drama adu penalti, Los Rojiblancos menang 4-2.
Ini adalah gelar ketiga Sevilla di ajang Piala UEFA/Liga Europa setelah sebelumnya mereka juara pada musim 2005/2006 dan 2006/2007. Mereka pun sejajar dengan Juventus, Inter Milan, dan Liverpool.
Infostrada Live merangkum sejumlah catatan menarik dari hasil pertandingan Sevilla versus Benfica. Catatan tersebut antara lain:
- Sevilla menyamai catatan Feyenoord dalam hal tiga kali tampil di final kompetisi Eropa dan tiga kali jadi juara (tak menghitung Piala Super Eropa). Feyenoord jadi juara Piala Champions 1970, Piala UEFA 1974, dan Piala UEFA 2002.
Β
- Sevilla adalah klub pertama yang memenangi dua adu penalti pada laga final kompetisi Eropa. Saat mengalahkan Espanyol di final Piala UEFA 2006/2007, mereka juga melewati drama adu penalti.
- Benfica juga menyamai catatan Juventus, tapi dalam hal kalah 8 kali di final kompetisi Eropa. Jumlah ini adalah rekor. Uniknya, Benfica membuat catatan buruk ini di kandang Juve, Juventus Stadium.
- Benfica menjadi klub pertama yang kalah di final Piala UEFA/Liga Europa dalam dua musim secara berturut-turut. Musim lalu, mereka juga cuma jadi runner-up lantaran dikalahkan Chelsea.
- Klub-klub Spanyol kini telah mengoleksi 34 gelar di kompetisi Eropa. Jumlah ini adalah yang paling banyak dibandingkan negara-negara lain seperti Inggris (31 gelar) dan Italia (29 gelar). Gelar nomor 35 akan datang dalam waktu dekat karena Real Madrid dan Atletico Madrid bertemu di final Liga Champions.
- Jorge Jesus menjadi pelatih ketiga yang kalah di final kompetisi Eropa dalam dua musim secara beruntun (tak menghitung Piala Super Eropa). Dia senasib dengan Marcello Lippi ketika Juventus kalah di final Liga Champions 1997 dan 1998 serta Hector Cuper ketika Valencia kalah di final Liga Champions 2000 dan 2001.
(mfi/mrp)











































