Diego Simeone baru mulai meniti karier sebagai pemain profesional di tahun 1987 saat Carlo Ancelotti justru sedang dalam puncak performanya. Soal pertemuan antara keduanya di atas lapangan, tak banyak catatan sejarah merekamnya.
Yang unik dari keduanya adalah fakta bahwa keduanya berulang kali memperkuat tim yang bersetu di satu kota. Carletto meraih sukses bersam AS Roma dan AC Milan saat masih aktif bermain, sementara Simeone juga jadi pilar Lazio dan Inter Milan di periode emas kariernya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Itu artinya, baik Ancelotti maupun Simeone sudah terbiasa dengan laga-laga derby. Dari Derby La Madonnina, Derby Della Capitale dan kini di Spanyol merasakan El Derbi Madrileno.
Saat masih menjadi pemain Roma (1979-1987), Ancelotti meraih satu Scudetto dan memenangi empat Copa Italia. Sementara saat merumput di ibukota Italia bersama Lazio, Simeone juga memberi timnya Scudetto, selain Copa Italia, Piala Super Italia dan Piala Super Eropa.
Dari Stadion Olympico, Ancelotti menyeberang ke San Siro untuk bergabung dengan AC Milan pada musim 1987-1988. Kisah sukses lain didapat Carletto. Bergabung dengan Milan yang disebut-sebut sebagai Dream Team ketika itu, total ada sembilan trofi didapat Ancelotti selama lima musim berseragam Merah-Hitam. Itu termasuk dua gelar Liga Champions.
Berbeda dengan Ancelotti, Simeone tak dapat banyak piala di Inter. Dua musim jadi penggawa Nerazzurri dia meraih satu Piala yakni Piala UEFA di musim 1997/1998.
Sementara di Madrid, Simeone yang sudah dua setengah tahun jadi pelatih di sana berhasil mengoleksi empat trofi (La Liga, Copa del Rey, Super Copa Spanyol dan Piala Super Eropa). Ancelotti? Di tahun debutnya ini dia sudah mempersembahkan Copa del Rey.
(din/mrp)











































