Takdir memang mengingingkan Angel Di Maria tercatat sebagai juara Eropa. Berhasil memikat Real Madrid di Estadio da Luz, bersama Los Blancos dia pulang dan menaklukkan benua biru.
Di Maria girang bukan kepalang. Sebagai pesepakbola gelar juara jelas jadi tujuan kariernya, tapi memenangi trofi Liga Champions adalah hal lain. Sebuah mimpi masa kecil yang akhirnya menjadi takdir.
Tak sekadar juara, trofi yang diraihnya kala membawa Madrid menang 4-1 atas Atletico Madrid di laga puncak, Minggu (25/5/2014) dinihari WIB kemarin adalah gelar yang ke-10 bagi timnya alias La Decima. Gelar yang telah dinanti-nantikan selama 12 tahun dan setelah ratusan juta euro yang digelontorkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Malam itu Di Maria pun seolah memenuhi nasibnya. Pemain 26 tahun itu kembali ke stadion yang mengangkat namanya dan meraih kejayaan di sana.
Estadio Da Luz memang tak asing bagi pemain kelahiran Rosario itu. Stadion yang merupakan kandang Benfica tersebut menjadi panggung pertamanya kala memulai karier di Eropa.
Tiga musim berbaju As Aguias, Di Maria mempersembahkan satu gelar juara Liga Portugal dan dua titel Piala Liga Portugal. Hingga kemudian pesonanya tercium oleh Madrid dan diboyong ke Santiago Bernabeu dengan banderol tak sedikit, mencapai 36 juta euro. Tapi harga tersebut dibayarnya dengan cemerlang.
"Menakjubkan bisa memenangi Decima dan titel Liga Champions pertama saya. Ini adalah sesuatu yang Anda mimpikan sebagai seorang anak-anak dan saya sangat senang," kata Di Maria di situs resmi klub.
"Saya benar-benar merasa di rumah pekan ini, di stadion ini saya melakukan sejumlah hal hebat yang membawa saya ke Real Madrid. Bermain di sini lagi membuat saya sangat senang, tapi memenangi Liga Champions membuat saya makin senang lagi," ungkapnya.
(raw/din)











































