Musim 2011/2012, City yang baru pertama kali ikut Liga Champions tergabung dengan Bayern Munich dan Napoli. Hasilnya, City cuma finis di peringkat ketiga di fase grup dan terlempar ke Liga Europa.
Semusim kemudian, City masuk ke Grup D yang merupakan grup neraka. Grup tersebut diisi oleh tim-tim yang kala itu berstatus sebagai juara di liganya masing-masing: Borussia Dortmund, Real Madrid, dan Ajax Amsterdam. City kembali gagal lolos dari fase grup dan menjadi juru kunci.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Musim ini, koefisien City di UEFA lebih baik sehingga mereka akan tergabung di pot dua dalam pengundian yang akan digelar Kamis (28/8/2014). Itu berarti kans City untuk terhindar dari grup neraka lebih besar.
Kandati demikian, Zabaleta tetap menyimpan asa agar The Citizens mendapat undian yang lebih bersahabat di Liga Champions musim ini.
"Kami tahu kami adalah Manchester City dan punya skuat kuat untuk bermain melawan tim-tim terbaik di Eropa jadi kita akan lihat undiannya dan apakah kali ini kami sedikit beruntung daripada beberapa tahun terakhir," sahut Zabaleta seperti dikutip ITV.
"Kami pernah ada di grup maut dan Liga Champions selalu sulit untuk kami. Tapi ini adalah kompetisi yang kami nantikan dan semoga kami bisa lebih baik," imbuh bek asal Argentina itu.
"Tim-tim lain melihat Manchester City sebagai tim yang sulit jika ada dalam satu grup dan saya pikir itu adalah hal yang paling penting bagi kami," katanya menambahkan.
(nds/mrp)










































