Basel Yakin Bisa Tambahkan Perih pada Luka Madrid

Liga Champions

Basel Yakin Bisa Tambahkan Perih pada Luka Madrid

- Sepakbola
Selasa, 16 Sep 2014 13:03 WIB
Basel Yakin Bisa Tambahkan Perih pada Luka Madrid
AFP/Pierre-Philippe Marcou
Madrid -

Kalah dua kali berurutan di liga bukanlah hasil bagus untuk sekelas Real Madrid. Kini, menghadapi Basel di Liga Champions, Madrid bertekad bangkit. Masalahnya, Basel berniat untuk menunda kebangkitan itu.

Setelah takluk 2-4 dari Real Sociedad pada pekan kedua La Liga, Madrid kalah 1-2 dari Atletico Madrid pada pekan ketiga. Sudah begitu, beberapa kabar tak enak mengitari mereka terkait penjualan beberapa pemain penting.

Cristiano Ronaldo disebut-sebut tidak puas dengan keputusan klub menjual Angel Di Maria dan Xabi Alonso. Ronaldo dikabarkan makin tidak senang setelah pada musim sebelumnya Madrid telah memutuskan untuk menjual Mesut Oezil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mantan presiden Madrid, Ramon Calderon, menyebut bahwa situasi ini buruk untuk Madrid. Kendati Ronaldo telah membantah dengan menyebut ucapannya telah salah diartikan, Calderon yakin bahwa kans Ronaldo untuk hengkang tetap ada.

Kini, di tengah situasi tidak menyenangkan itu, Madrid bersiap untuk menghadapi Basel di Santiago Bernabeu, Rabu (16/9/2014) dinihari WIB. Tahu Madrid sedang terluka, Basel ingin memanfaatkannya untuk menambahkan perih.

"Terlepas dari besarnya klub, seperti Real Madrid, hasil buruk bisa saja terjadi pada siapa pun," ujar pelatih Basel, Paulo Sousa, di situs resmi UEFA.

"Saya yakin, mereka akan menemukan solusi dari masalah mereka. Tapi, saya harap, itu tidak terjadi besok."

"Kami sendiri selalu yakin bahwa kami bisa berkembang. Kami selalu menganalisis segalanya untuk menjadi lebih baik lagi. Ini adalah kompetisi yang berbeda dan kami akan menghadapi lawan yang berkelas."

"Ketika Anda berkompetisi di kompetisi seperti ini, Anda punya kesempatan untuk berkembang. Kami ingin menjadi tim yang kompetitif dan semoga besok kami punya kans untuk menang," kata Sousa.

Salah satu masalah Madrid adalah lubang di lini tengah mereka. Kepergian Xabi ke Bayern Munich belum mampu ditambal dengan baik oleh Toni Kroos dan Luka Modric, duet gelandang yang kini ditugasi menjadi double-pivot di lini tengah Madrid.

Sebagai pemain yang aslinya adalah gelandang serang, Modric kerap terlambat untuk turun membantu pertahanan setelah menyerang. Ini membuat Kroos pun punya tugas ganda untuk menghentikan serangan lawan sekaligus membagi operan ke pemain-pemain depan.

(roz/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads