Berada satu grup dengan Barcelona dan Paris Saint-Germain bukan perkara mudah untuk Ajax Amsterdam. Kendati demikian, pelatih Ajax, Frank de Boer, tidak khawatir sama sekali.
Soal kebesaran --jika ukurannya adalah trofi Liga Champions-- Ajax tidak lebih kecil daripada Barcelona. Jika Barca meraih trofi keempat pada tahun 2011, Ajax sudah lebih dulu meraih trofi keempat pada 1995.
Kalau ukurannya trofi juga, Ajax jelas lebih besar daripada PSG. Di kancah kompetisi Eropa, prestasi PSG barulah sebatas menjuarai Piala UEFA pada 1996. Selebihnya tidak ada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karenanya, De Boer tahu bahwa lolos dari fase grup Liga Champions musim ini bukan perkara mudah. Namun, bukan berarti dia pesimistis.
"Kami ada di grup berat dan sepertinya kami ditempatkan dengan dua tim terkuat. Tapi, musim lalu kami menunjukkan bahwa kami bisa mendapatkan poin dari tim-tim seperti mereka," ujar De Boer di situs resmi UEFA.
"Kami harus menikmati pertandingan dan mengejutkan tim-tim besar," lanjutnya.
Musim lalu, Ajax meraih lima poin dari hasil dua kali bertemu Barca dan dua kali bertemu AC Milan di fase grup. Ajax menang satu kali atas Barca, dua kali imbang dengan Milan, dan kalah satu kali dari Barca.
Melihat performa timnya musim lalu dan musim ini, De Boer yakin bisa mencuri poin.
"Saya pikir kami bisa dan harus tampil lebih baik. Saya sudah melihat banyak hal menjanjikan sejauh ini, jadi saya tidak terlalu khawatir. Tapi, jika kami tampil jelek melawan tim-tim besar, itu akan menyulitkan kami sendiri."
"Namun, biar bagaimanapun, kami tak seharusnya melihat dari sisi negatif terus. Saya lebih memilih untuk melihat ke depan ketimbang ke belakang," kata De Boer.
(roz/cas)











































