Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, mengakui bahwa umpan silang jadi strategi utama timnya kala menghadapi Juventus. Lewat umpan silang pulalah Atletico akhirnya bisa memukul Juve.
"Kami telah menghadapi sebuah tim yang hebat," ujar Simeone kepada Mediaset mengomentari laga tersebut.
Timnya baru saja mengalahkan juara Serie A musim kemarin dengan skor tipis 1-0. Kemenangan tersebut sudah cukup untuk menutupi kekecewaan Atletico yang sebelumnya kalah 2-3 dari Olympiakos pada matchday I Liga Champions dua pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Griezmann dimainkan dengan maksud untuk memberikan lebih banyak serangan dari sisi sayap. Pada akhirnya, taktik ini berhasil. Gol semata wayang Atletico, yang diciptakan Arda Turan di menit ke-75, berawal dari sebuah umpan silang Juanfran.
"Saya pikir, kami bermain pintar secara taktik. Juve punya penyerang-penyerang kuat yang jadi ujung tombak mereka dan lini tengah yang hebat. Mereka juga bermain dengan tiga bek dengan garis pertahanan tinggi. Tidak mudah menghadapi mereka."
"Kami tahu bahwa kami bisa memukul mereka dengan umpan silang dan agak sedikit menunggu dengan mundur ke belakang, itu membuat mereka kesulitan untuk menutup sisi sayap," kata Simeone.
Taktik menunggu ala Simeone memang berhasil. Kendati Juve memenangi penguasaan bola, 64:36, tim besutan Massimiliano Allegri itu tidak bisa membongkar pertahanan Atletico.
Tercatat, dari lima attempts yang diciptakan pemain-pemain Juve, tidak ada satu pun yang tepat sasaran. Sebaliknya, Atletico punya 8 attempts dengan 2 di antaranya tepat sasaran.
(roz/krs)











































