Liverpool dan Real Madrid adalah dua nama besar dalam kancah turnamen antarklub Eropa, terutama di Liga Champions (atau European Cup dulu). Tengah pekan ini, kedua nama besar itu akan saling berhadapan.
Di tanah Inggris, Liverpool adalah klub dengan prestasi kelas Eropa paling mentereng. Mereka kerap bertepuk bangga dengan mengatakan, "We won it five times!". Hal tersebut merujuk pada kesuksesan The Reds lima kali menjuarai Liga Champions. Di luar itu, Liverpool juga pernah tiga kali menjuarai Piala UEFA dan tiga kali Piala Super Eropa.
Sementara itu, Madrid adalah rajanya Liga Champions. Raihan 10 gelar juara adalah penegasan sah terhadap klaim tersebut. Dengan raihan gelar yang didapat kedua klub, jadilah laga di Anfield, Rabu (22/10), ini jadi laga bergengsi antara dua klub yang punya sejarah amat kaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jauh sebelum dua pertemuan tersebut, Liverpool dan Madrid sudah pernah bertemu pada final European Cup tahun 1981. Ketika itu, sebagai tim dengan pengoleksi gelar terbanyak, Madrid justru tidak diunggulkan. Penyebabnya, apalagi kalau bukan performa Liverpool yang sedang bagus-bagusnya di Eropa.
Di bawah arahan Bob Paisley, Liverpool melaju ke final untuk ketiga kalinya dalam lima tahun. Sebelumnya, 'Si Merah' juga sukses menjuarai European Cup dalam dua musim berurutan, yakni pada 1977 dan 1978.
Benar saja, seperti yang diprediksikan banyak pihak, Liverpool keluar sebagai juara. Gol dari Alan Kennedy pada menit ke-82 membawa Liverpool menang 1-0.
Vicente del Bosque, pelatih tim nasional Spanyol saat ini yang kala itu masih memperkuat Madrid, menceritakan bahwa pemain-pemain Madrid memang sudah diekspektasikan untuk kalah. Pihak klub sudah pasrah sejak awal. Bonus pun akan tetap diberikan kepada para sekalipun jika akhirnya mereka kalah.
"Cuma ketika itu, dan amat jarang, saya mendapatkan bonus karena kalah. Amat sangat jarang... Atau malah cuma ketika itu saja," ujar Del Bosque dalam wawancaranya dengan Sid Lowe di Guardian.
Situasinya memang sedikit berbeda sekarang. Dengan pertahanan Liverpool yang amat rentan --sudah kebobolan 12 gol dalam 8 laga di Premier League musim ini--, mereka harus menghadapi amunisi lini depan Madrid yang berisikan Cristiano Ronaldo, Gareth Bale, Karim Benzema, dan James Rodriguez. Madrid juga sudah mencetak 200 gol sejak ditangani oleh Carlo Ancelotti.
Jumlah 200 gol itu datang dari lima kompetisi yang berbeda. Sebanyak 134 gol dilesakkan di liga, 48 gol di Liga Champions, 15 gol di Copa del Rey, dua gol di Piala Super Eropa, dan satu gol di Piala Super Spanyol.
Dengan Ancelotti, Los Blancos mencetak rata-rata 2,7 gol per pertandingan dan mencapainya hanya dalam 73 pertandingan.
Jadwal Liga Champions Pekan Ini
Selasa (21/10) waktu setempat
Grup E
CSKA Moskow vs Manchester City
Bayern Munich vs AS Roma
Grup F
APOEL vs Paris Saint-Germain
Barcelona vs Ajax Amsterdam
Grup G
Schalke 04 vs Sporting CP
Chelsea vs Maribor
Grup H
BATE Borisov vs Shakhtar Donetsk
FC Porto vs Athletic Bilbao
Rabu (22/10) waktu setempat
Grup A
Atletico Madrid vs Malmo FF
Olympiakos vs Juventus
Grup B
Ludogorets vs Basel
Liverpool vs Real Madrid
Grup C
Bayer Leverkusen vs Zenit St Petersburg
Monaco vs Benfica
Grup D
Anderlecht vs Arsenal
Galatasaray vs Borussia Dortmund
(roz/mfi)











































