CSKA sebelumnya dihukum UEFA untuk menggelar tiga pertandingan kandang di Liga Champions secara tertutup, setelah insiden yang melibatkan suporternya kala bertandang ke markas AS Roma medio September lalu.
Suporter CSKA saat itu terbukti melakukan pelecehan rasial, berbuat kekacauan, dan menembakkan kembang api di Olimpico. Ini merupakan hukuman lanjutan setelah sebelumnya mereka juga melakukan pelecehan rasial terhadap gelandang Manchester City Yaya Toure di turnamen yang sama musim lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Denda untuk CSKA juga dikurangi, dari semula 200 ribu euro (sekitar 3 miliar rupiah) menjadi 100 ribu euro ( sekitar 1,5 miliar rupiah). Meski begitu, pasal larangan menjual tiket untuk dua pertandingan tandang tetap berlaku sebagaimana mulanya untuk CSKA. Demikian seperti dilansir Sky Sports.
CSKA saat ini menempati posisi juru kunci di Grup E dengan nilai satu. Bayern Munich memuncaki klasemen dengan torehan sempurna sembilan angka dari tiga laga, diikuti Roma dengan empat poin, dan City dengan nilai dua.
(raw/fem)











































