Dalam sejarah Liga Champions, Xabi Alonso adalah salah satu sosok penting. Ketika ditanya bagaimana dia kini bermain --dengan usia yang sudah kepala tiga? Xabi menjawab, dia kini berlari lebih sedikit, tapi berpikir lebih keras.
Xabi jadi penting karena dia masuk dalam daftar pemain yang pernah memenangi Liga Champions lebih dari satu kali. Total, dua kali dia mengangkat trofi Liga Champions, satu bersama Liverpool, sementara satu lainnya bersama Real Madrid.
Dengan usia yang sudah menginjak angka 32, Xabi mulai memasuki senja kariernya. Bukannya tertepikan, dia malah jadi sosok penting. Di Bayern Munich saat ini, dia bisa dimainkan di dua posisi: sebagai gelandang tengah atau sebagai bek tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seiring berjalannya tahun, Anda pasti semakin sedikit berlari tapi berpikir lebih keras dan ingin berkontribusi dengan cara yang lebih memungkinkan, dengan menjadi penghubung antara lini belakang dan lini serang --baik di kiri ataupun di kanan," ujar Xabi dalam wawancaranya di situs resmi UEFA.
"Seiring berjalannya tahun, ketenangan Anda pasti bertambah. Anda mencoba untuk membaca permainan dan punya pemahaman yang lebih baik."
Dengan dua gelar juara Liga Champions sudah dikantongi, Xabi -tentunya-- masih ingin menambah gelar lagi. Dia mengaku bakal sangat senang jika bisa membawa Bayern jadi juara musim ini.
"Tahun lalu, Bayern nyaris lolos ke final. Dalam beberapa tahun terakhir, Bayern tampil luar biasa di turnamen ini dan saya harap, tahun ini akan jadi tahun yang luar biasa lagi."
"Tapi, kami diekspektasikan menjadi juara; saya tahu saya datang ke klub yang dibebani ekspektasi besar. Ini adalah tanggung jawab besar, tekanan yang amat besar buat kami," kata Xabi.
(roz/mrp)











































