Lawan Basel, 'Si Merah' Butuh (Lagi) Sihir Gerrard

Jelang Liga Champions

Lawan Basel, 'Si Merah' Butuh (Lagi) Sihir Gerrard

- Sepakbola
Senin, 08 Des 2014 13:26 WIB
Lawan Basel, Si Merah Butuh (Lagi) Sihir Gerrard
Getty Images/Shaun Botterill
Liverpool - Sepuluh tahun lalu magis Steven Gerrard lah yang melajukan Liverpool ke babak 16 besar dan menjadi juara Liga Champions. Kali ini dengan kondisi nyaris serupa, 'Si Merah' berharap Gerrard mampu menunjukkan sihirnya sekali lagi.

Liga Champions 2004/2005 memasuki matchday keenam dan Liverpool kala itu butuh mengalahkan Olympiakos dengan minimal selisih dua gol, untuk bisa melaju ke fase 16 besar. Saat itu Liverpool berada di posisi ketiga dengan 7 poin, kalah tiga angka dari Olympiakos.

Misi itu kian berat karena di babak pertama mereka tertinggal 0-1 berkat freekick Rivaldo. Namun, di babak kedua gol-gol Sinama Pongolle dan Neil Mellor menghidupkan asa 'Si Merah' untuk lolos.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertandingan tinggal tersisa empat menit waktu normal dan Liverpool butuh satu gol lagi untuk bisa lolos. Lalu muncullah sebuah adegan ketika bola pantul dari Mellor di depan kotak penalti Olympiakos, disambut tendangan keras Gerrard yang menghujam gawang Antoni Nikopolidis.

Liverpool menang 3-1 dan lolos ke babak 16 bersama AS Monaco, untuk akhirnya mengukir sebuah cerita indah di akhir kompetisi itu: Mengangkat trofi 'Si Kuping Besar' kelimanya.

Satu dekade berselang kondisi yang sama dihadapi Liverpool. Mereka ada di posisi ketiga Grup B dengan 4 poin, selisih dua angka dari Basel di posisi kedua, lawan yang akan dihadapi di matchday terakhir di Anfield besok.

Kemenangan wajib didapat Liverpool jika mereka ingin menemani Real Madrid di babak 16 besar. Meski harus diakui misi itu susah-susah gampang mengingat performa 'Si Merah' musim ini yang angin-anginan.

Apalagi lini depan mereka tengah bermasalah karena tak mampu mencetak lebih dari dua gol di fase grup ini. Maka sekali lagi Liverpool pun berharap sang kapten bisa menunjukkan magisnya untuk menyelamatkan tim.

"Dia adalah pemain untuk laga-laga penting. Dia bisa membuat keajaiban yang tidak bisa dibuat oleh siapapun. Itulah mengapa dia menjadi salah satu pemain terbaik dunia," ujar bek Liverpool, Kolo Toure, seperti dikutip Soccernet.

"Umur tidak masalah, orang-orang terus saja membicarakan soal itu tapi jika Anda punya pemain seperti itu di ruang ganti, maka pengalamannya akan sangat berguna," sambungnya.

Masalah yang menghadang saat ini adalah Gerrard sedang tak berada dalam performa terbaiknya musim ini. Dia kerap dikritik sebagai salah satu penyebab menurunnya performa Liverpool dan belakangan perannya mulai dikurangi oleh Brendan Rodgers.

"Pemain sepertinya tak butuh 90 menit untuk membuat perbedaan, cukup 20 atau 30 menit, dan saya sangat senang memilikinya sebagai kapten dan teman, karena dia adalah pemain hebat," tutup Toure.

(mrp/mfi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads